KPK Ungkap Jurus Halus Bongkar Keterangan Saksi Membandel
JAKARTA, Komunica.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membeberkan strategi para penyidik saat menghadapi saksi yang cenderung tertutup ketika dimintai keterangan. Pendekatan personal menjadi kunci sebelum masuk ke materi inti pemeriksaan.
Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu menjelaskan bahwa penyidik selalu melakukan profiling terlebih dahulu terhadap saksi yang akan diperiksa.
“Kita lihat dulu siapa orangnya. Oh si A, misalkan. Kita profiling dulu,” kata Asep.
Menurut dia, begitu saksi tiba di ruang pemeriksaan, penyidik tidak langsung menembak dengan pertanyaan substansi. Tahap awal justru diisi dengan obrolan ringan agar saksi lebih rileks.
“Kita ngobrol dulu, ice breaking lah,” katanya.
Obrolan tersebut kemudian diarahkan sesuai hasil profiling—mulai dari hobi hingga kehidupan keluarganya. “Cerita tentang keluarganya, hobinya, macam-macam,” lanjut Asep.
Menariknya, penyidik juga menggunakan bahasa daerah sesuai asal saksi untuk membangun kedekatan. “Kalau dia lahir di Jawa, ya kita pakai bahasa Jawa. ‘Piye kabare?’ atau ‘Saking pundi, Pak?’,” tuturnya.
Asep menambahkan, setelah suasana cair, barulah penyidik mengarahkan saksi pada pokok kesalahan utama. Strategi ini dinilai efektif membuat saksi lebih terbuka.
“Kesalahan utamanya kita tunjukkan dulu, ‘Ini lho, Pak, salahnya di sini’. Setelah itu biasanya saksi lebih mudah memberi keterangan,” ujarnya.


































































