Peduli Lingkungan, TAB Group Tanam 45.000 Pohon Mangrove di Muara Gembong

waktu baca 2 menit
TAB Group ajak semua pihak agar peduli terhadap lingkungan. Foto: Istimewa / Ilustrasi: Komunica.id

BEKASI – Tiga perusahaan besar milik TAB Group Indonesia menggelar kegiatan CSR dengan menanam puluhan ribu batang bibit tanaman bakau (magrove) di pesisir Muara Gembong, Kabupaten Bekasi.

Kolaborasi ini dijalankan bersama PT. Sugity Creatives, PT TTEC dan PT RPT yang berlangsung di Kampung Solokan Gatet, Desa Pantai Mekar, Kecamatan Muaragembong, Sabtu (11/11/2023).

Muara Gembong yang terletak 64 kilometer dari pusat kota Bekasi dipilih karena kerap menjadi sasaran abrasi air laut.

“Dilatar belakangi dari isu Global besar saat ini yaitu emisi gas CO2 yang terus meningkat, serta isu lingkungan lokal yang abrasi di wilayah pesisir Bekasi diperlukan bentuk kegiatan nyata yang dapat membantu lingkungan, biodiversitas, serta sosial ekonomi masyarakat sekitar,” kata Dudung Sahdu selaku PIC CSR Sugity kepada komunica.id Minggu (12/11).

Dudung mengatakan bentuk penanaman ribuan pohon mangrove ini dilatarbelakangi dari CSR perusahaan, hal ini bentuk kepedulian nya terhadap lingkungan yang ada di Kabupaten Bekasi.

Kendati demikian, Pihaknya mencanangkan program peduli lingkungan yakni ‘Muara Gembong Mangrove Forest’ dengan penanaman saat ini 15.000 pohon mangrove. Sedikitnya totalnya berjumlah, 45.000 pohon mangrove yang akan ditanam, selama tiga tahun kedepan.

“Muara Gembong Mangrove Forest adalah program jangka panjang peduli lingkungan TBA Group Indonesia, selama 3 tahun nanti dengan jumlah total penanaman 45.000 pohon mangrove, setahun nya kita tanam 15.000 pohon mangrove,” ucap dia.

Menurut Dudung, aktivitas untuk menjaga lingkungan itu menjadi tanggung jawab semua pihak diantaranya keterlibatan peran swasta. Ia mengaku aktivitas penanaman pohon mangrove kali ini
melibatkan anak-anak tujuan nya untuk menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan setempat.

“Aktifitas penanaman mangrove ini menjadi tanggung jawab semua pihak ( swasta ), termasuk hari ini kita melibatkan anak-anak tujuanya adalah menanamkan nilai -nilai sayang dengan lingkungan tidak berhenti sampai disini, tetapi harus diwariskan ke anak cucu kita demi bumi yang layak huni ” ungkapnya

Sementara itu, Kelompok Sadar Wisata Muara Gembong, mengungkapkan hutan mangrove di pesisir laut Muara gembong terus menyusut dari sekitar 400 hektar hingga tinggal 300 hektar.

Menyusutnya hutan Mangrove karena aktivitas penebangan yang dilakukan oleh tangan-tangan tak bertanggung jawab. Hal ini menyebabkan wilayah ini kerap terkena banjir rob, air laut masuk ke wilayah Bekasi bagian utara.