Pemkab Bekasi Maksimalkan Pembangunan Infrastruktur Pendidikan di 23 Kecamatan

waktu baca 2 menit
Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Bekasi, Benny Sugiarto Prawiro

BEKASI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi berkomitmen meningkatkan pembangunan fasilitas infrastruktur pendidikan. Hal itu untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Melalui Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang, Pemkab Bekasi terus mengupayakan kelengkapan fasilitas pendidikan dengan membangun unit sekolah baru (USB), ruang kelas baru (RKB), rehabilitasi ruang kelas yang mengalami kerusakan sedang, dan berat .

Kemudian pembangunan sarana, prasarana dan utilitas (PSU) sekolah. 

“Kami terus berjuang memaksimalkan sarana pendidikan dan layak dengan bertahap meningkatkan infrastruktur,” kata Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Bekasi, Benny Sugiarto Prawiro, Kamis (28/3/2024).

Menurut dia, untuk meningkatkan infratruktur pendidikan ini, pihaknya melakukan sinkronisasi Dinas Pendidikan dengan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Bekasi. Hal itu untuk mendata dan melakukan perbaikan setiap tahunnya.

Untuk itu, kata dia, dengan adanya peningkatan ini, diharapkan kualitas pendidikan di Kabupaten Bekasi semakin meningkat dan mampu mencetak peserta didik yang unggul.

“Kita terus lakukan di Kabupaten Bekasi bersama Dinas Pendidikan agar siswa kita nyaman belajar, mereka punya fasilitas pendidikan yang baik sehingga sesuai harapan Pj Bupati mereka mampu menjadi siswa yang unggul,” ucap Benny.

Selain pembangunan USB dan RKB, Pemkab Bekasi tahun 2023 lalu melakukan perbaikan 256 ruang kelas di tingkat SD dan SMP yang mengalami kerusakan dengan kategori sedang dan berat. Selain itu, dilakukan pembangunan sarana, prasana, dan utilitas (PSU) sekolah di 57 titik.

Kepala Seksi Bangunan Negara Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Bekasi, Pranoto, menyampaikan bahwa pada 2023 lalu telah dibangun enam unit USB terdiri dari dua SD dan empat SMP. Pembangunan keenam USB ini menghabiskan anggaran sekitar Rp32 miliar.

“Kemudian untuk penambahan ruang kelas sebanyak 79 RKB yang tersebar di 13 SD sebanyak 51 RKB dan 5 SMP sebanyak 28 RKB. Pembangunan 79 RKB ini menelan biaya kurang lebih Rp31 miliar,” katanya.