Telkom University Jakarta Gelar Pengabdian Masyarakat di SMK Nagrak Boarding School Purwakarta

waktu baca 4 menit
kegiatan Pengabdian Masyarakat (Abdimas) bertajuk "Implementasi Automatic Watering Plant Pada Greenhouse SMK Nagrak Boarding School Purwakarta". Foto/Istimewa

Telkom University Kampus Jakarta menunjukkan komitmennya dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan Pengabdian Masyarakat (Abdimas) bertajuk “Implementasi Automatic Watering Plant Pada Greenhouse SMK Nagrak Boarding School Purwakarta”. Acara berlangsung pada tanggal 30 April s/d 01 Mei 2024 di SMK Nagrak Boarding School, Purwakarta, Jawa Barat.

Kegiatan Abdimas ini merupakan kolaborasi antara dua program studi yaitu Sistem Informasi Kampus Jakarta dan Teknologi Informasi Kampus Jakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk mengimplementasikan sistem irigasi otomatis pada rumah kaca (greenhouse) di SMK Nagrak Boarding School. Sistem ini diharapkan dapat membantu siswa dalam memelihara tanaman secara lebih efektif dan efisien, terutama dalam hal penyiraman.

Ketua Pelaksana Abdimas, Ibu Siti Zahrotul Fajriyah S.Kom., M.Kom., menjelaskan bahwa “Acara ini diselenggarakan dengan tujuan untuk melaksanakan pengabdian kepada masyarakat sebagai salah satu pilar dari tridarma universitas, juga menjalin silaturahim dengan pihak sekolah SMK Nagrak Boarding School”. Program ini juga diharapkan mampu membantu pihak sekolah dalam memelihara tanaman pada greenhouse melalui teknologi tepat guna.

Kegiatan Abdimas ini diikuti oleh 7 dosen Telkom University Jakarta, yaitu Hertanto Suryoprayogo, S.Kom., M.Kom., Dwina Satrinia, M.T., Deny Haryadi, S.Kom., M.Kom., Demi Adidrana, S.T., M.T.I., Sasmi Hidayatul Yulianing Tyas, S.Kom., M.Kom., Ilham Roni, S.Kom., M.Kom., serta 4 mahasiswa, yaitu Alfarhad Maulana, Irgi Shalby Ramadhani, Maryam Laurannisa Williams, Rania Zamrizq.

Kegiatan Abdimas ini terbagi dalam dua sesi utama. Sesi pertama diisi dengan Workshop Pengenalan IoT untuk sistem pengairan di Greenhouse, dengan pemateri Bapak Demi Adidrana, S.T., M.T.I. Pada sesi ini, para siswa SMK Nagrak Boarding School mendapatkan pemahaman mendalam tentang konsep Internet of Things (IoT) dan bagaimana teknologi ini dapat diterapkan dalam sistem irigasi otomatis.

Sesi kedua dilanjutkan dengan Implementasi Automatic Watering Plant pada Greenhouse SMK Nagrak Boarding School (Implementasi Alat) dengan pemateri Ibu Dwina Satrinia, M.T. Pada sesi ini, para dosen Telkom University Jakarta bersama para siswa SMK Nagrak Boarding School secara bersama-sama memasang dan menguji coba sistem irigasi otomatis yang telah dirancang.

Poin utama yang dapat disimpulkan dari kegiatan ini adalah dalam era modern, teknologi telah merambah berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam bidang pertanian. Kini, para petani dan pengelola greenhouse tidak lagi harus memantau dan menyiram tanaman secara manual. Berkat kecanggihan teknologi, sistem irigasi otomatis hadir sebagai solusi cerdas untuk mengoptimalkan pertumbuhan tanaman dan meningkatkan hasil panen. Dijelaskan juga apa saja komponen atau hardware kelengkapan yang digunakan dalam pembuatan alat yang diuji.

Jantung Sistem: ESP32 Devkit
Sebagai otak dari sistem irigasi otomatis, ESP32 Devkit dipilih sebagai platform mikrokontroler yang handal dan mudah diprogram. Kemampuannya dalam mengolah data dan terkoneksi dengan internet menjadikannya pilihan ideal untuk mengendalikan sistem secara real-time.

Sensor: Mata dan Telinga Sistem
Sistem irigasi otomatis dilengkapi dengan berbagai sensor canggih yang berperan sebagai mata dan telinga untuk memantau kondisi greenhouse. Sensor DHT11 berfungsi untuk mengukur temperatur dan kelembaban udara, memberikan informasi penting untuk memastikan tanaman tumbuh dalam kondisi ideal. Sensor LDR mendeteksi intensitas cahaya, membantu sistem menentukan waktu penyiraman yang tepat. Sedangkan sensor Soil Moisture mengukur kelembaban tanah, sehingga air dapat dialirkan secukupnya untuk menghindari genangan air yang dapat membahayakan tanaman.

Relay: Penghubung dan Pengatur Aliran Air
Relay berperan sebagai penghubung dan pengatur aliran air yang tersalurkan ke tanaman. Modul Relay 2 Channel memungkinkan sistem untuk mengendalikan dua aliran air secara simultan, memastikan penyiraman yang merata dan efisien.

Selain dua sesi utama tersebut, acara Abdimas ini juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan menarik dan edukatif. Para siswa SMK Nagrak Boarding School mendapatkan hadiah-hadiah menarik, mengikuti tebak-tebakan seru, quiz-quiz berhadiah, dan games-games edukatif yang berkaitan dengan materi yang disampaikan oleh para dosen.

Kegiatan Abdimas ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi SMK Nagrak Boarding School dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan membantu siswa dalam memelihara tanaman secara lebih efektif dan efisien.