TNI Ubah Istilah KKB Jadi OPM, Ini Perbedaannya

waktu baca 2 menit

Perubahan istilah Kelompok Separatis Teroris (KST) dan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM) menuai kritik dari sejumlah pihak. 

Sebenarnya baik KKB atau OPM sama-sama merupakan sebutan bagi kelompok pemberontak bersenjata yang berada di wilayah Papua. 

Namun baru-baru ini sebutan kelompok pemberontak gerakan Papua Merdeka tersebut yang tadinya merupakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) diubah menjadi Organisasi Papua Merdeka (OPM) oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.

Istilah KKB sendiri sudah dirasa tidak cocok dengan perkembangan yang ada di mana sudah mengancam kedaulatan negara khususnya wilayah Papua. Berikut sejarah dan perjalanan istilah nama KKB hingga menjadi OPM: 

Sejarah Penamaan KKB dan OPM

Perbedaan KKB dan OPM terlihat jelas jika melihat sejarahnya. Awalnya gerakan anarkis ini muncul dengan nama OPM di tahun 1965 untuk mengakhiri pemerintahan Provinsi Papua dan Papua Barat, yang sebelumnya disebut Irian Jaya.

OPM mulai dilabeli sebagai organisasi kriminal di tahun 1996 ketika mereka membunuh dua sandera dari grup peneliti dari Eropa yang berkunjung ke Papua.

Dari situ jugalah istilah OPM mulai diganti menjadi Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB. Kelompok ini juga dianggap sebagai dianggap sebagai gerakan separatis, yang dapat mengancam keutuhan negara.

Sehingga jika ada anggota KKB yang tertangkap, mereka akan langsung dipenjara karena tindak kriminal yang dilakukan. 

KKB sendiri diketahui sering menjalankan aksinya di wilayah pegunungan di Papua. Beberapa kabupaten yang sampai saat ini dianggap rawan dari aksi mereka seperti Puncak, Yahukimo, Nduga dan Intan Jaya.

Stigma OPM Lebih Buruk

Penamaan OPM sudah dirasa pantas untuk organisasi tersebut, terdapat pandangan yang cukup bertentangan dari pendapat itu. Perubahan tersebut dapat menimbulkan stigma negatif terhadap masyarakat Papua.

Bahwa penyebutan OPM cenderung memperkuat pendekatan militer dalam menghadapi konflik. Untuk itu, pemerintah dan TNI seharusnya mengutamakan pendekatan dialogis dalam penyelesaian konflik di Papua. 

Itulah penjelasan terkait perbedaan KKB dan OPM yang perlu diketahui. Namun pada dasarnya kedua nama tersebut adalah sama ditunjukkan bagi kelompok bersenjata yang menyerukan gerakan Papua Merdeka di Papua.