Usul Bangun Gudang Sarana Pendidikan Terpusat di Bekasi, Wakil Ketua DPRD M Nuh: Ini Solusi Terbaik, Benahi, dan Jalankan!

waktu baca 4 menit
Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi Mohamad Nuh. Foto/Istimewa

BEKASI – DPRD Kabupaten Bekasi mendorong Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk terus membenahi infrastruktur pendidikan secara merata. Meski dengan anggaran terbatas, pembenahan pendidikan di Kabupaten Bekasi harus tetap menyeluruh dan optimal.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi Mohamad Nuh meminta secara tegas kepada pemerintah daerah dalam hal ini intansi terkait seperti Dinas Pendidikan dan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang tetap berkolaborasi merencanakan pembenahan sarana pendidikan secara cepat dan mengena langsung.

“Tentunya semua harus berkolaborasi ikut fokus membenahi infrastruktur pendidikan, agar permasalahan gedung rusak, tak layak atau usang bisa segera diselesaikan satu persatu dengan bertahap dengan program prioritas pemerintah,” kata M Nuh, Sabtu (27/4/2024).

Menurut dia, perbaikan infratruktur pendidikan di Kabupaten Bekasi tidak bisa secara langsung menginggat kapasitas anggaran yang terbatas tidak sebanding lurus dengan kerusakan bangunan sekolah yang tersebat di 23 Kecamatan, 180 Desa, dan 7 Kelurahan se-Kabupaten Bekasi.

Untuk itu, kata dia, Pemkab Bekasi harus bisa menentukan mana saja pembangunan infrastruktur skala prioritas yang memang sudah urgensi untuk segera dibangun ulang atau benar-benar direhabilitasi mulai gedungnya maupun mebeulernya.

Selain itu, Nuh minta pemerintah mendata secara keseluruhan gedung SD maupun SMP yang kondisi baik, layak, ataupun rusak ringan dan berat. “Selain pembangunan, sarana pendukungnya seperti meubeler bangku dan meja,” ucapnya.

Politisi PKS ini mengaku tak ingin ada siswa belajar di lantai karena bangku dan mejanya rusak. Sehingga dirinya mengusulkan agar Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi memiliki banker mebeler atau furniture bangku dan meja belajar di sekolah.

”Jangan sampai ada lagi anak-anak belajar lesehan tidak tersedia bangku. Jadi menurut saya ada semacam gudang atau bank bangku dan meja anak sekolah. Anggaran ada ko. Ini solusi terbaik, fokus benahi, dan segera jalankan,” tegasnya.

Sehingga, kata dia, ketika ada masalah bangku dan meja rusak langsung bisa dikirim dan diganti yang baru. ”Jadi ada banker persediaan bangku dan meja yang ready. Ketika ada kerusakan bisa langsung dikirim dan dapat diakses Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi,” jelasnya.

M Nuh menambahkan, DPRD juga memberikan atensi untuk anggaran infrastruktur pendidikan di 2024 agar tetap memperhatikan pembangunan di wilayah Utara Kabupaten Bekasi misalnya di Kecamatan Muaragembong dan sekitarnnya.

”Pembangunan infrastruktur jangan lebih banyak di daerah perkotaan saja. Tetapi perhatikan juga daerah pesisir Kabupaten Bekasi. Selain pendidikan, juga infratruktur di wilayah Utara harus menjadi prioritas demi kemajuan semua wilayah dengan merata,” tutupnya.

Sementara itu, Penjabat Bupati Bekasi Dani Ramdan mengakui, porsi anggaran pendidikan dalam APBD 2024 ini tergolong sangat besar dengan sasaran perbaikan gedung sekolah, ruang kelas baru, maupun sarana pendidikan pendukungnya dibuat merata diseluruh wilayah.

”Tentunya perbaikan ini tidak bisa langsung dilakukan semuanya, karena kita terbentur dengan anggaran daerah yang terbatas. Namun kami tetap mengoptimalkan perbaikan infrastruktur secara bertahap mulai perbaikan gedung, kelas, dan sarana pendukungnya,” kata Dani.

Bahkan, Dani juga sangat mendukung usulan DPRD yang meminta pemerintah segera membangun gudang sarana pendidikan terpusat untuk mengcover permasalahan kelengkapan sarana pendidikan secara cepat.”Saya sangat mendukung, nanti kami bahas,” tegasnya. 

Terpisah, Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Bekasi Benny Sugiarto menjelaskan, untuk pembangunan infrastruktur pendidikan tahun 2024 dianggarkan Rp47,1 miliar dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2024.

“Tahun ini kami mendapatkan alokasi dana kurang lebih Rp47,1 miliar dalam APBD 2024, anggaran ini untuk membangun ruang kelas baru bagi sekolah yang rusak dan sudah tidak layak digunakan kegiatan belajar dan mengajar,” katanya.

Alokasi dana tersebut akan digunakan untuk membangun 58 ruang kelas baru  pada jenjang pendidikan SD dan 48 untuk jenjang SMP.  “Untuk anggarannya masing-masing SD Rp25,5 miliar dan SMP Rp21,6 miliar,” kata dia.

Lantaran pembangunannya bersifat lelang maka rencananya tahapannya sudah dimulai bulan ini dengan target rampung Oktober mendatang. Selanjutnya 106 kegiatan pembangunan ruang kelas baru yang terbagi menjadi 58 ruang di tingkat SD dan 48 ruang di SMP.

Lalu yang mendapat porsi kegiatan terbanyak yakni rehabilitasi ruang kelas yang rusak sedang hingga berat. Total 419 ruang kelas yang akan dibangun tahun ini. Jumlah itu terdiri dari 328 ruang kelas SD dan 91 ruang kelas SMP.

Selain ruang belajar, fasilitas pendukung lainnya turut dibangun, seperti penataan halaman dan pemagaran sekolah. Penataan ini digelar di 38 titik SD dan 7 titik di tingkat SMP. “Pada penataan sarana, prasarana dan utilitas ada pembangunan dua laboratorium IPA untuk SMP,” kata Benny.

Seluruh kegiatan ini telah dialokasikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Bekasi 2024. Untuk itu, pihaknya kini tengah melakukan berbagai persiapan agar pekerjaan fisik segera dilakukan.