Warga Graha Asri Keluhkan Usaha Industri Dalam Perumahan, Dinas LH Bekasi Berani Tutup?

waktu baca 2 menit
Warga Perumahan Graha Asri Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi merasa sangat terganggu dengan aktivitas perbengkelkan di wilayahnya. Foto/Risky Pangestu

KABUPATEN BEKASI – Warga RT 002 RW 008 Perumahan Graha Asri, Desa Jatireja, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi merasa sangat terganggu dengan aktivitas perbengkelkan yang ada di wilayahnya. 

Namun, hingga saat ini belum ada upaya serius dari pemerintah selaku pemangku kebijakan untuk mengatasi dampak tersebut. Hal itu disampaikan Ketua RT 002 Domo kepada wartawan, Selasa (6/2/2024).

Domo mengatakan, warga telah melaporkan persoalan tersebut ke Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi. Sebab diduga kuat aktivitas perbengkelkan yang ada di wilayahnya tidak memiliki dokumen perizinan kegiatan/usaha.

Bahkan, termasuk dalam hal pengelolaan limbah, sampah dan sumber lain yang bisa mencemari lingkungan.“Laporan warga sudah diajukan dari tanggal 18 Oktober 2023 lalu, kita tunggu tindaklanjut pemerintah,” kata Domo.

Dari hasil pendataan, sedikitnya terdapat 14 perusahaan yang melakukan kegiatan/usaha perbengkelan di tengah pemukiman warga. Satu perusahaan ada yang membuka lebih dari satu kegiatan/usaha dengan menyulap kios menjadi workshop machining.

“Mereka bukan warga yang berdomisili lingkungan kami dan hanya berusaha disini. Kios yang dibangun pihak pengembang untuk warung dialihfungsikan menjadi workshop atau bengkel pabrikasi,” ungkapnya.

Sebelum aktivitas perbengkelan tersebut dilaporkan, tambah Domo, warga telah meminta agar para pelaku usaha memperhatikan hal-hal yang bisa menimbulkan ketidaknyamanan lingkungan. Sayangnya, permintaan tersebut seolah diabaikan.

“Sampai saat ini mereka masih beroperasi 24 jam setiap harinya. Selain menimbulkan kebisingan, getaran dari mesin stamping juga dikeluhkan warga. Kemudian lalu lintas terganggu dan got saluran air juga pada mampet,” paparnya.

Domo berharap pihak terkait segera turun ke lokasi untuk menindaklanjuti aduan dan keluhan warga. “Hasil komunikasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi katanya mereka akan turun ke lokasi. Kita masih menunggu,” tandasnya.