Hidroponik Cerdas Berbasis IOT Dorong Terbentuknya Smart Community di Griya Kreasi Aqilla

Foto bersama peserta dan tim Pengabdian kepada Masyarakat Telkom University pada kegiatan pelatihan dan pendampingan Smart Hydroponic System berbasis IoT di Perumahan Griya Kreasi Aqilla. (Istimewa)

KOMUNICA.ID – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari Telkom University menggelar program implementasi Smart Hydroponic System berbasis Internet of Things (IoT) di Perumahan Griya Kreasi Aqilla, RT 03/RW 20, Desa Sukajaya, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Kamis (14/5/26).

Kegiatan ini bertujuan mendorong terbentuknya komunitas cerdas (smart community) melalui pemanfaatan teknologi pertanian modern.

Program tersebut dipimpin oleh Arif Rahman Hakim, S.Kom., M.Kom. bersama tim yang terdiri atas Widang Muttaqin, S.Kom., M.Kom., Dewi Marini Umi Atmaja, S.Kom., M.Kom., Deny Haryadi, S.Kom., M.Kom., dan Adelia Chitra Sazkia, S.Kom., M.Comp.Sc.

Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Daniswara Rafi Pandora, Alan Abyan Maftuh, dan Zhawa Kamela sebagai wujud kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam penerapan teknologi yang berdampak langsung bagi lingkungan.

Meningkatnya kepadatan kawasan permukiman menyebabkan semakin terbatasnya lahan yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian. Sebagai solusi atas kondisi tersebut, tim PkM menghadirkan sistem hidroponik pintar berbasis IoT yang memungkinkan warga menanam berbagai jenis sayuran di area yang terbatas.

Melalui dukungan teknologi digital, sistem ini dirancang untuk membantu masyarakat mengelola budidaya tanaman secara lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.

Sistem yang diterapkan dalam program ini mengintegrasikan instalasi hidroponik dengan teknologi Internet of Things (IoT) melalui penggunaan sensor dan mikrokontroler ESP8266. Teknologi tersebut memungkinkan pemantauan kondisi tanaman secara real-time sehingga proses budidaya dapat dilakukan secara lebih efektif, efisien, dan terukur.

Penerapan program dilakukan dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan masyarakat secara langsung dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari pemasangan perangkat, pengoperasian sistem, hingga perawatan instalasi hidroponik.

Melalui keterlibatan aktif tersebut, warga tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga memperoleh pemahaman yang memadai untuk mengelola sistem secara mandiri dan berkelanjutan.

Selain implementasi teknologi, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) juga menyelenggarakan pelatihan dan pendampingan terkait budidaya hidroponik serta pemanfaatan teknologi IoT dalam sektor pertanian perkotaan.

Para peserta mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan langsung penggunaan sistem sekaligus berdiskusi mengenai potensi pengembangan dan penerapannya di lingkungan tempat tinggal mereka.

Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan setelah kegiatan berlangsung, program ini memperoleh respons yang sangat positif dari masyarakat. Seluruh peserta menilai kegiatan tersebut memberikan manfaat nyata, mudah dipahami, serta sesuai dengan kebutuhan lingkungan perumahan.

Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan teknologi sederhana yang didukung edukasi dan pendampingan yang tepat dapat meningkatkan literasi teknologi masyarakat sekaligus mendorong kemandirian dalam pemanfaatan teknologi untuk kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, Telkom University berharap Smart Hydroponic System berbasis IoT dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.

Program ini diharapkan mampu mendukung kemandirian pangan rumah tangga, meningkatkan produktivitas lingkungan, serta mendorong terbentuknya smart community yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan mampu memanfaatkannya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.