Perang Timur Tengah Memanas, Iran Diam-diam Jalankan Proyek Raksasa Ini
KOMUNICA.ID – Iran melanjutkan ambisi besar di sektor energi nuklir dengan mempercepat pembangunan lima pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) baru di sepanjang wilayah pesisir negara tersebut.
Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang kembali memanas dalam beberapa pekan terakhir.
Kepala Organisasi Energi Atom Iran Mohammad Eslami mengatakan proyek tersebut merupakan bagian dari strategi nasional untuk memperbesar kontribusi energi nuklir dalam memenuhi kebutuhan listrik domestik.
Pernyataan itu disampaikan Eslami saat bertemu dengan anggota Komisi Energi dan Komisi Konstruksi Parlemen Iran, sebagaimana dilaporkan kantor berita resmi IRNA, dikutip Hallonews, Kamis (11/6/2026).
Menurut Eslami, pembangunan lima PLTN tersebut telah masuk dalam dokumen strategis industri nuklir Iran yang diluncurkan pemerintah pada 2022 dan saat ini berjalan sesuai rencana.
“Pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir di lima lokasi pesisir menjadi agenda utama untuk meningkatkan porsi listrik nuklir dalam bauran energi nasional,” ucapnya.
Iran menilai pengembangan energi nuklir sipil menjadi langkah penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil sekaligus menjaga ketahanan energi jangka panjang.
Sementara itu, Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr yang menjadi satu-satunya PLTN aktif di Iran disebut telah mencatat produksi listrik lebih dari 80 miliar kilowatt-jam sejak mulai beroperasi.
Menurut Eslami, capaian tersebut setara dengan penghematan sekitar 131 juta barel minyak mentah atau 21,3 miliar meter kubik gas alam yang seharusnya digunakan untuk pembangkit konvensional.
Tak hanya itu, Iran juga tengah membangun unit kedua dan ketiga PLTN Bushehr dengan nilai investasi mencapai 10 miliar dolar AS. Proyek tersebut disebut sebagai salah satu pembangunan infrastruktur energi terbesar yang sedang berlangsung di negara itu.
Langkah Iran memperluas kapasitas nuklir terjadi saat situasi keamanan kawasan Timur Tengah kembali memanas. Ketegangan antara Iran, Israel, dan sekutunya meningkat setelah serangkaian serangan udara dan aksi balasan militer dalam beberapa bulan terakhir.
Meski demikian, pemerintah Iran memastikan seluruh proyek nuklir sipil tetap berjalan normal dan tidak terdampak eskalasi konflik regional.
Pembangunan lima PLTN baru ini dipandang sebagai sinyal bahwa Teheran tetap fokus memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus memperluas peran energi nuklir dalam strategi pembangunan jangka panjang negara tersebut.***






