Telkom University Jakarta Gandeng Komunitas Teman Pilah, Digitalisasi Produk Daur Ulang lewat Website

Tim Telkom University Jakarta dan Komunitas Teman Pilah menunjukkan semangat kolaborasi dalam program digitalisasi komunitas. Website yang dikembangkan diharapkan mampu memperluas jangkauan edukasi lingkungan dan pemasaran produk daur ulang ke masyarakat luas. (Dok. Foto: Telkom University Jakarta)

KOMUNICA.ID – Tim dosen dan mahasiswa dari Program Studi Teknologi Informasi dan Sistem Informasi Telkom University Jakarta berhasil menyelesaikan program Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) bersama Komunitas Teman Pilah, komunitas yang aktif bergerak di bidang pengelolaan sampah dan pengembangan produk daur ulang.

Melalui program ini, tim Telkom University Jakarta menghadirkan sebuah website komunitas yang berfungsi sebagai platform digital untuk memperkuat identitas, branding, serta penyebaran informasi mengenai berbagai kegiatan yang dijalankan Komunitas Teman Pilah.

Kehadiran website tersebut menjadi langkah penting dalam mendukung transformasi digital komunitas yang selama ini belum memanfaatkan teknologi informasi secara optimal untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas.

Hadirkan Wajah Digital Komunitas Teman Pilah

Sebelum program ini dilaksanakan, Komunitas Teman Pilah belum memiliki platform digital yang dapat memperkenalkan keberadaan maupun berbagai kegiatan mereka kepada masyarakat luas. Padahal, komunitas ini aktif menjalankan berbagai upaya pengelolaan lingkungan, mulai dari edukasi pemilahan sampah hingga pengembangan produk-produk daur ulang.

Melalui website yang dikembangkan oleh tim Telkom University Jakarta, Komunitas Teman Pilah kini memiliki media digital yang menampilkan profil organisasi, dokumentasi kegiatan, informasi produk daur ulang, serta berbagai konten edukatif mengenai pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan.

Website tersebut dirancang tidak hanya sebagai sarana memperkenalkan komunitas, tetapi juga menjadi media edukasi yang dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.

Ketua Tim Pelaksana Abdimas, Nurul Ilmi, S.Kom., M.T., menjelaskan bahwa website ini diharapkan mampu memperkuat eksistensi komunitas sekaligus memperluas jangkauan edukasi lingkungan kepada masyarakat.

“Melalui website ini, kami ingin memperkenalkan Komunitas Teman Pilah dan kegiatan pengelolaan lingkungan yang mereka jalankan kepada masyarakat yang lebih luas. Kami berharap platform ini dapat memperkuat identitas komunitas sekaligus menjadi sarana edukasi tentang gerakan pengelolaan sampah yang berkelanjutan,” ujar Ketua Tim Pelaksana.

Tim Telkom University Jakarta bersama Komunitas Teman Pilah dalam program Abdimas pengembangan website komunitas untuk mendukung edukasi lingkungan dan penguatan identitas digital. (Dok. Foto: Telkom University Jakarta)

Tidak Sekadar Membangun Website

Program Abdimas ini tidak berhenti pada proses pengembangan website. Tim Telkom University Jakarta juga memberikan pendampingan dan pelatihan kepada anggota Komunitas Teman Pilah agar mampu mengelola platform tersebut secara mandiri.

Pelatihan yang diberikan mencakup pengelolaan konten website, cara mengunggah dan memperbarui katalog produk, hingga penerapan strategi promosi digital yang dapat mendukung pengembangan komunitas.

Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan keberlanjutan program sehingga website yang telah dibangun dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh komunitas tanpa ketergantungan pada pihak luar.

Komunitas Teman Pilah menyambut positif seluruh rangkaian kegiatan tersebut. Mereka menilai keberadaan website membuka peluang yang lebih besar untuk memperkenalkan produk daur ulang kepada masyarakat serta menjangkau calon konsumen dari berbagai daerah di Indonesia.

Wujud Kontribusi Kampus bagi Lingkungan

Program Abdimas ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung transformasi digital masyarakat, khususnya komunitas yang bergerak di bidang lingkungan dan ekonomi sirkular.

Kolaborasi antara dunia akademik dan komunitas penggerak lingkungan dinilai mampu menciptakan program edukasi yang lebih terarah sekaligus mendorong peningkatan kesadaran publik terhadap pentingnya pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan.

Di tengah meningkatnya perhatian masyarakat terhadap isu keberlanjutan dan gaya hidup ramah lingkungan, digitalisasi komunitas seperti Teman Pilah menjadi langkah strategis untuk memperluas dampak gerakan yang mereka jalankan.

Melalui dukungan teknologi informasi, produk-produk hasil daur ulang tidak lagi dipandang sebagai barang sisa semata, melainkan memiliki potensi menjadi produk bernilai ekonomi yang mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Program ini sekaligus menunjukkan bahwa inovasi teknologi dan kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan beriringan, serta menegaskan peran perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.