Telkom University Jakarta Implementasikan Tong Sampah Pintar Berbasis IoT di Bank Sampah Al-Furqon Depok

Tim PkM Telkom University Jakarta bersama pengurus Bank Sampah Al-Furqon berfoto usai implementasi Tong Sampah Pintar berbasis IoT di Kelurahan Pondokcina, Kota Depok, Selasa (23/6/2026).

KOMUNICA.ID – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Telkom University Jakarta yang terdiri atas dosen dan mahasiswa Program Studi S1 Teknologi Informasi berhasil mengembangkan dan mengimplementasikan Tong Sampah Pintar (Smart Bin) berbasis Internet of Things (IoT) di Bank Sampah Al-Furqon, RT 04 RW 05, Kelurahan Pondokcina, Kecamatan Beji, Kota Depok, Selasa (23/6/2026).

Program ini merupakan bagian dari skema Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Teknologi Tepat Guna (TTG) yang bertujuan menghadirkan solusi inovatif untuk mengatasi penumpukan sampah sekaligus meningkatkan efektivitas proses pemilahan yang selama ini masih dilakukan secara manual.

Kegiatan dipimpin oleh Devan Junesco Vresdian, S.ST., M.Sc.Eng. selaku ketua tim, dengan anggota dosen Rizki Surya Permana, S.Pd., M.T., Widang Muttaqin, S.Kom., M.Kom., dan Annisa Desianty, S.Kom., M.Kom.

Program ini juga melibatkan empat mahasiswa Program Studi S1 Teknologi Informasi, yaitu Farhan Dwi Ananda Putra, Marcelino Setiyo Mufti, Alviandra Naufal Azis Caesarea, dan Quinnsha Thara Diva, yang berperan dalam proses perancangan alat, implementasi, pendampingan, hingga dokumentasi kegiatan.

Menjawab Tantangan Pengelolaan Sampah

Bank Sampah Al-Furqon yang diketuai oleh Hj. Asmawati, S.Pd. merupakan salah satu bank sampah aktif di Kelurahan Pondokcina. Selama ini, proses pemilahan dan penimbangan sampah anorganik masih dilakukan secara konvensional oleh para pengelola yang sebagian besar merupakan ibu-ibu setempat.

Metode manual tersebut membutuhkan waktu dan tenaga yang cukup besar, berpotensi menimbulkan ketidakkonsistenan dalam proses pemilahan, serta belum didukung sistem pemantauan yang terintegrasi.

Kondisi tersebut berdampak pada belum optimalnya pemanfaatan sampah sebagai sumber ekonomi, terutama di tengah meningkatnya volume sampah akibat pertumbuhan penduduk dan urbanisasi.

Smart Bin Berbasis IoT untuk Pemantauan Real-Time

Sebagai solusi atas permasalahan tersebut, tim PkM Telkom University Jakarta merancang Tong Sampah Pintar berbasis IoT yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat penampungan, tetapi juga sebagai sistem pemantauan dan pendukung proses pemilahan sampah.

Perangkat ini dilengkapi dengan sensor ultrasonik untuk memantau kapasitas tong secara real-time, serta sensor proximity dan sensor berat yang mendukung mekanisme pemilahan semiotomatis pada beberapa jenis sampah anorganik, seperti plastik dan logam.

Seluruh data kapasitas serta hasil pemilahan dikirim menggunakan modul ESP32 ke sebuah dashboard monitoring yang dapat diakses oleh pengelola.

Sistem juga memiliki fitur notifikasi otomatis ketika kapasitas tong mencapai batas tertentu sehingga proses pengangkutan dapat dilakukan lebih tepat waktu dan efisien.

Pendampingan dan Pelatihan Pengelola

Implementasi teknologi dilakukan melalui pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) yang diawali dengan wawancara apresiatif dan pemetaan aset yang dimiliki Bank Sampah Al-Furqon.

Pendekatan ini memastikan pengembangan teknologi dilakukan berdasarkan kebutuhan dan potensi masyarakat setempat.

Setelah proses perancangan dan uji coba, tim PkM memberikan pelatihan kepada pengurus dan anggota bank sampah mengenai pengoperasian perangkat, penggunaan dashboard monitoring, perawatan alat, hingga penanganan gangguan sederhana (troubleshooting).

Selain itu, tim juga menyusun modul panduan penggunaan dalam bentuk cetak maupun digital sebagai upaya menjaga keberlanjutan program.

Pengelola Bank Sampah Al-Furqon turut dilibatkan secara aktif sejak tahap identifikasi kebutuhan, pengujian alat, hingga sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemilahan sampah berbasis teknologi.

Mendorong Pengelolaan Sampah yang Lebih Efisien

Implementasi Tong Sampah Pintar diharapkan mampu mengurangi penumpukan sampah, meningkatkan akurasi proses pemilahan, serta menghemat waktu dan tenaga pengelola dibandingkan metode manual.

Lebih dari itu, sistem ini menjadi langkah awal transformasi pengelolaan sampah berbasis teknologi dan data di tingkat komunitas serta mendukung terwujudnya ekosistem smart environment.

Ke depan, teknologi tersebut berpotensi dikembangkan untuk mendukung identifikasi sampah organik serta direplikasi di bank-bank sampah lain di wilayah Kelurahan Pondokcina dan Kota Depok.

Wujud Komitmen Telkom University Jakarta

Melalui program ini, Telkom University Jakarta kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan inovasi teknologi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pengembangan Tong Sampah Pintar berbasis IoT merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat skema Teknologi Tepat Guna (TTG) yang selaras dengan roadmap Kelompok Keahlian Integrated System, Intelligence, and Human Oriented Technologies serta Communication and Information Technology Infrastructure (CITI) Telkom University.

Tim pelaksana menyampaikan apresiasi kepada Telkom University atas dukungan pendanaan program, serta kepada seluruh pengurus dan warga Bank Sampah Al-Furqon yang telah berkolaborasi dalam pelaksanaan kegiatan sehingga inovasi ini dapat diimplementasikan secara optimal di lingkungan masyarakat.

Penulis: Tim Pengabdian kepada Masyarakat Telkom University Jakarta