USS Nimitz Masuk Karibia, Manuver Militer AS Dekat Kuba Bikin Dunia Waspada
KOMUNICA.ID – Kapal induk milik United States Navy, USS Nimitz memasuki Laut Karibia bersama kelompok tempurnya di tengah memanasnya hubungan Amerika Serikat dan Kuba.
Pengerahan armada tempur raksasa itu memicu spekulasi soal kemungkinan tekanan militer hingga skenario invasi terhadap Kuba, setelah Presiden AS Donald Trump meningkatkan retorika keras terhadap negara komunis tersebut.
Kelompok tempur USS Nimitz membawa sejumlah jet tempur modern seperti F/A-18E Super Hornet, EA-18G Growler, hingga pesawat logistik C-2A Greyhound. Armada itu juga dikawal kapal perusak USS Gridley dan kapal tanker pengisian bahan bakar USNS Patuxent.
United States Southern Command (SOUTHCOM) mengumumkan pengerahan tersebut dan menyebut USS Nimitz telah membuktikan kemampuan tempurnya di berbagai kawasan dunia.
“Selamat datang di Karibia, Gugus Tempur Kapal Induk Nimitz,” tulis SOUTHCOM dalam unggahan resminya, dikutip Komunica, Kamis (21/5/2026).
Kehadiran kapal induk bertenaga nuklir itu terjadi saat pemerintahan Trump mengambil langkah lebih agresif terhadap Kuba.
Departemen Kehakiman AS bahkan baru mendakwa mantan Presiden Kuba Raul Castro terkait insiden jatuhnya dua pesawat sipil pada 1996 yang menewaskan empat orang.
Trump menyebut isu Kuba menjadi “momen besar” bagi warga Kuba-Amerika dan pihak yang ingin melihat perubahan di negara tersebut.
Situasi makin memanas setelah Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mendukung blokade bahan bakar terhadap Kuba dan menyalahkan pemerintah komunis atas krisis listrik yang terus terjadi di pulau itu.
Di saat bersamaan, Direktur Central Intelligence Agency John Ratcliffe dilaporkan telah bertemu pejabat Kuba dan memperingatkan bahwa peluang dialog tidak akan terbuka selamanya.
Masuknya USS Nimitz ke Karibia kini menjadi sorotan dunia internasional karena dinilai dapat memperbesar tensi geopolitik di kawasan Amerika Latin.***






