Indonesia Kutuk Serangan Israel usai Prajurit TNI Tewas dalam Misi UNIFIL di Lebanon

Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL). Foto/UN Peacekeeping

KOMUNICA.ID – Seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tengah menjalankan misi perdamaian dunia di United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dilaporkan gugur akibat serangan di Lebanon selatan. 

Pemerintah Indonesia langsung mengecam keras insiden tersebut dan mendesak dilakukan penyelidikan menyeluruh. 

Melalui pernyataan resmi di akun X, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menegaskan pentingnya transparansi dalam mengungkap penyebab serangan yang menewaskan personel TNI itu. Indonesia juga menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban.

Dalam pernyataannya, pemerintah kembali menyoroti meningkatnya ketegangan di wilayah tersebut, khususnya terkait serangan Israel Defense Forces (IDF) di Lebanon selatan. 

Indonesia mendesak semua pihak untuk menghormati kedaulatan wilayah Lebanon, menghentikan serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur, serta kembali ke jalur diplomasi guna mencegah eskalasi konflik.

Dari sisi militer, TNI mengonfirmasi bahwa prajurit yang gugur adalah Praka Farizal Rhomadhon, anggota Yonif 113/Jaya Sakti, Brigif 25/Siwah, Kodam Iskandar Muda. 

Ia bertugas sebagai bagian dari Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL. Farizal meninggalkan seorang istri dan anak yang masih berusia dua tahun.

Kapuspen TNI Mayjen TNI Aulia Dwi Narsullah menjelaskan, insiden terjadi pada Minggu (29/3) di markas UNIFIL dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, di tengah meningkatnya baku tembak antara militer Israel dan kelompok Hizbullah.

Selain satu korban jiwa, tiga prajurit TNI lainnya turut menjadi korban luka. Praka Rico Pramudia mengalami luka berat dan telah dievakuasi menggunakan helikopter ke Rumah Sakit St. George di Beirut untuk penanganan lanjutan. 

Sementara Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan dan dirawat di fasilitas medis UNIFIL.

Jenazah Praka Farizal saat ini disemayamkan di markas sektor timur UNIFIL sembari menunggu proses administrasi pemulangan ke Indonesia, dengan pendampingan dari KBRI Beirut.

TNI menyatakan telah meningkatkan kewaspadaan seluruh personel di wilayah penugasan sesuai prosedur tetap UNIFIL, seiring memburuknya situasi keamanan. Pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut belum dapat dipastikan, dan investigasi masih berlangsung.

Meski demikian, TNI menegaskan komitmennya untuk tetap menjalankan misi perdamaian di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa secara profesional, dengan tetap mengutamakan keselamatan prajurit di lapangan.***