Pendaftar Tembus 383 Ribu, Ini Bocoran Tahapan Seleksi dan Gaji Koperasi Merah Putih

Info Koperasi Merah Putih di bawah Kementerian. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/Spt.

KOMUNICA.ID – Minat masyarakat terhadap rekrutmen Koperasi Merah Putih terus meningkat tajam. Hingga pekan ini, tercatat 383.830 akun telah mendaftar melalui situs resmi PHTCPanselnas.

Angka tersebut menunjukkan besarnya antusiasme publik terhadap peluang kerja sebagai Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) maupun pengelola Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Tahapan Seleksi Digelar Berjenjang

Proses seleksi dijalankan secara bertahap dan terpusat. Peserta mengikuti beberapa fase utama, mulai dari:

  1. Pendaftaran & Pembuatan Akun
    Calon pelamar membuat akun di portal Panselnas, kemudian melakukan verifikasi identitas dan kelengkapan dokumen.
  2. Seleksi Administrasi
    Data seperti ijazah, KTP, dan syarat khusus diverifikasi untuk memastikan kesesuaian dengan formasi yang dipilih.
  3. Seleksi Kompetensi Berbasis Komputer (CAT)
    Peserta yang lolos administrasi berlanjut ke tes kompetensi, termasuk kemampuan manajerial, numerik, dan literasi digital.
  4. Tes Lanjutan: Psikotes & Kesehatan
    Tahap ini memastikan kesiapan mental dan fisik pelamar untuk bekerja di lapangan.
  5. Pengumuman Kelulusan
    Hasil akhir direncanakan diumumkan pertengahan tahun 2026 sesuai jadwal panitia seleksi.

Total formasi yang tersedia mencapai 35.476 posisi, terdiri dari 30.000 Manajer KDMP dan 5.476 Manajer/Pengelola KNMP.

Perkiraan Gaji: Rp5-8 Juta, Belum Resmi

Hingga kini pemerintah belum merilis besaran gaji final. Namun berbagai sumber menyebutkan kisaran pendapatan Rp5 juta hingga Rp8 juta per bulan, tergantung wilayah penempatan dan beban tugas.

Beberapa informasi juga menyebutkan bahwa skema penghasilan kemungkinan akan mengikuti UMP/UMK daerah, sehingga bisa berbeda antara satu kabupaten/kota dengan lainnya.

Selain gaji pokok, posisi ini berpotensi mendapatkan tunjangan kinerja serta fasilitas kerja, mengingat pelaksanaannya berada di bawah koordinasi BUMN melalui skema PKWT.

Persaingan Kian Ketat

Dengan jumlah pelamar yang sudah menembus ratusan ribu, tingkat persaingan dipastikan semakin tinggi. Meski begitu, program ini tetap menjadi salah satu peluang kerja paling diminati 2026 karena formasi besar, penempatan luas, dan peran strategis dalam penguatan ekonomi desa serta kawasan nelayan.