Telkom University Jakarta dan Komdigi Perkuat Literasi Keamanan Digital di Desa Galuga

Tim Telkom University Jakarta, Komdigi, dan Pemerintah Desa Galuga berfoto bersama setelah pelaksanaan pelatihan SIDEKA-NG (Sistem Informasi Desa dan Kawasan New Generation) untuk memperkuat pengelolaan data desa dan pendataan UMKM. Dok. Foto: Istimewa

KOMUNICA.ID – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) Telkom University Jakarta menggelar pelatihan literasi keamanan digital bertajuk “Jaga Data, Jaga Desa: Panduan Keamanan Digital untuk Desa Cerdas” bagi perangkat desa dan masyarakat Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Telkom University Jakarta dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melalui Direktorat Akselerasi Teknologi Pemerintah Digital Daerah, Direktorat Jenderal Teknologi Pemerintah Digital.

Program tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat desa dalam menghadapi berbagai ancaman kejahatan digital yang semakin marak seiring meningkatnya penggunaan internet di wilayah pedesaan.

Desa Galuga dikenal sebagai kawasan pertanian dan perkebunan dengan komoditas unggulan seperti padi, jagung, dan kacang tanah.

Namun, di tengah berkembangnya pemanfaatan teknologi digital, masih terdapat tantangan berupa rendahnya literasi keamanan digital yang berpotensi meningkatkan kerentanan masyarakat terhadap berbagai bentuk kejahatan siber.

Berdasarkan hasil identifikasi tim Abdimas, terdapat tiga ancaman utama yang paling sering menyasar masyarakat desa, yakni pinjaman online (pinjol) ilegal, penipuan daring (phishing), serta pembobolan akun media sosial.

Ancaman tersebut umumnya memanfaatkan rendahnya tingkat kewaspadaan pengguna internet, seperti penggunaan kata sandi yang lemah, belum mengaktifkan verifikasi dua langkah, hingga mudah tergiur oleh tawaran yang tampak menguntungkan.

Dilaksanakan dalam Dua Tahap

Program pengabdian ini dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama berlangsung pada 13 November 2025 dengan fokus pada pelatihan penggunaan aplikasi SIDEKA-NG (Sistem Informasi Desa dan Kawasan New Generation) sebagai sarana pengelolaan data desa dan pendataan UMKM.

Kegiatan ini didampingi langsung oleh Komdigi sebagai pengelola dan pengembang sistem SIDEKA-NG.

Sementara itu, tahap kedua difokuskan pada peningkatan literasi keamanan digital. Materi yang diberikan mencakup pengelolaan kata sandi yang kuat, perlindungan data pribadi, hingga pengenalan berbagai bentuk rekayasa sosial yang kerap digunakan pelaku kejahatan siber.

Pelatihan berlangsung secara interaktif. Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga aktif berdiskusi mengenai kasus dan pengalaman yang mereka hadapi sehari-hari.

Seluruh materi disusun dalam modul edukatif bertajuk Jaga Data, Jaga Desa yang dirancang agar mudah dipahami dan diterapkan oleh masyarakat.

Sebagai panduan praktis, tim Abdimas memperkenalkan Lima Pilar Keamanan Digital, yaitu Hati-Hati, Rahasia, Cek, Update, dan Lapor.

Selain itu, peserta juga mendapatkan pelatihan pembuatan kata sandi berbasis passphrase, pengamanan akun WhatsApp, Facebook, dan Instagram melalui autentikasi dua faktor, serta prosedur pelaporan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan aparat berwenang apabila menjadi korban kejahatan digital.

Dukungan Pemerintah Desa

Pemerintah Desa Galuga turut berperan aktif dalam menyukseskan program ini. Dukungan diberikan sejak tahap perencanaan, mulai dari pemetaan kebutuhan dan kendala yang dihadapi masyarakat, penyediaan sarana pelatihan, hingga mobilisasi peserta dari unsur perangkat desa dan warga.

Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah pusat, dan pemerintah desa ini menjadi salah satu faktor penting yang mendukung keberhasilan pelaksanaan program.

Mendapat Respons Positif

Evaluasi kegiatan dilakukan melalui kuesioner yang diisi oleh 12 responden pada masing-masing sesi lokakarya menggunakan skala Likert lima tingkat.

Pada workshop pertama, aspek kejelasan materi memperoleh nilai tertinggi dengan skor 4,75, sementara rata-rata keseluruhan mencapai 4,38. Pada workshop kedua, rata-rata penilaian berada pada angka 4,27, dengan peningkatan signifikan pada aspek durasi pelaksanaan yang memperoleh skor 4,08.

Seluruh aspek penilaian mendapatkan skor di atas 4,00 atau berada pada kategori “setuju” hingga “sangat setuju”. Tingginya antusiasme peserta serta harapan agar kegiatan serupa kembali dilaksanakan menunjukkan bahwa program ini dinilai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Desa Galuga diharapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat digitalisasi, tetapi juga mampu bertransformasi menjadi aktor aktif dalam membangun ekosistem desa digital yang aman, mendukung tata kelola pemerintahan yang transparan, serta memperkuat pemberdayaan UMKM lokal melalui pemanfaatan teknologi yang bertanggung jawab.