Texas Chicken Ekspansi ke Bekasi, Target Buka 8 Gerai Baru di 2026
KOMUNICA.ID – Ekspansi bisnis ritel makanan cepat saji masih terus berlangsung meski daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih. Sejumlah pelaku usaha menilai kota penyangga seperti Bekasi tetap memiliki tingkat konsumsi yang relatif kuat.
PT Quick Serve Indonesia (QSI) menjadi salah satu perusahaan yang tetap agresif membuka gerai baru. Terbaru, perusahaan meresmikan gerai Texas Chicken di kawasan Summarecon Mal Bekasi 2 pada Senin, 6 April 2026.
Managing Director QSI, Julius Evan Kristianto, mengatakan ekspansi difokuskan pada wilayah dengan potensi pertumbuhan konsumsi yang stabil, termasuk Bekasi. Dalam satu tahun terakhir, perusahaan telah membuka tiga gerai di kota tersebut.
“Kami tetap ekspansi di kota strategis seperti Bekasi. Ini sudah gerai ketiga dalam satu tahun terakhir,” kata Julius, Senin (6/4/2026).

Sepanjang 2026, perusahaan menargetkan pembukaan 6 hingga 8 gerai baru di berbagai kota di Indonesia. Setelah ekspansi di Medan dan Bekasi, QSI juga menyiapkan pembukaan gerai tambahan di wilayah lain seperti Tangerang.
Dari sisi kinerja, penjualan di Bekasi menunjukkan tren positif. Julius menyebut pertumbuhan penjualan hampir mencapai dua digit secara tahunan, meski kondisi ekonomi masih menghadapi tekanan.
“Secara angka penjualan, Bekasi menunjukkan peningkatan yang cukup kuat, bahkan mendekati dua digit,” ucapnya.
Menurutnya, karakter konsumsi masyarakat di kota penyangga masih cukup tinggi sehingga menjadi daya tarik bagi ekspansi bisnis. Kondisi ini membuat perusahaan tetap optimistis memperluas jaringan usaha.
Selain mendorong pertumbuhan bisnis, pembukaan gerai baru juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja lokal. Setiap gerai mampu menyerap sekitar 40 tenaga kerja yang mayoritas berasal dari wilayah sekitar.
“Kami mengutamakan tenaga kerja lokal untuk mendukung perputaran ekonomi daerah,” ujar Julius.
Untuk mendukung ekspansi, perusahaan menyiapkan investasi sekitar Rp3 miliar hingga Rp5 miliar untuk setiap gerai. Strategi ini dinilai masih relevan di tengah persaingan industri makanan cepat saji yang semakin ketat.
Secara umum, sektor makanan dan minuman (food and beverage/FnB) di Bekasi dinilai masih menunjukkan kinerja positif, meski daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih.***






