Boom AI Picu Tren Baru, Robot Anjing Jadi Penjaga Data Center
KOMUNICA.ID – Ledakan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) tak hanya mendorong pertumbuhan pusat data, tetapi juga membuka peluang baru bagi industri robotika.
Kini, robot berkaki empat mulai dikerahkan untuk menjaga dan memantau operasional data center yang menjadi tulang punggung AI. Salah satu yang mencuri perhatian adalah robot anjing “Spot” buatan Boston Dynamics.
Robot ini telah digunakan di berbagai fasilitas data center untuk berpatroli secara mandiri, memeriksa peralatan, hingga mendeteksi potensi gangguan sebelum menjadi masalah serius.
Di fasilitas Novva Data Centers di Utah, Amerika Serikat, Spot menjalankan misi otomatis di area seluas lebih dari 139 ribu meter persegi. Robot ini mengumpulkan data, memantau kondisi mesin, hingga mendeteksi anomali suhu melalui sensor termal.
Menurut Boston Dynamics, minat terhadap robot semacam ini meningkat tajam seiring besarnya investasi di sektor data center.
“Kami melihat lonjakan minat yang signifikan dalam setahun terakhir, terutama dari industri data center,” ujar perwakilan perusahaan Boston Dynamics sebagaimana dikutip Komunica, Minggu (22/3/2026).
Tak hanya untuk patroli, robot juga mulai dimanfaatkan untuk inspeksi peralatan industri, pemetaan area, hingga pengawasan proyek konstruksi.
Harga Spot sendiri tidak murah, mulai dari 175.000 dolar AS hingga 300.000 dolar AS, tergantung konfigurasi dan sensor yang digunakan.
Selain Spot, robot anjing lain seperti “Vision 60” buatan Ghost Robotics juga mulai digunakan, terutama untuk pengamanan area luar data center. Robot ini mampu berpatroli di sepanjang perimeter, mendeteksi kerusakan pagar, hingga mengidentifikasi aktivitas mencurigakan.
Meski canggih, para pengembang menegaskan robot ini bukan pengganti manusia. Perannya lebih sebagai pendukung yang meningkatkan efisiensi dan jangkauan pengawasan.
“Robot ini bukan untuk menggantikan petugas keamanan, melainkan melengkapi mereka,” ujar perwakilan Ghost Robotics.
Keunggulan utama robot berkaki empat ini terletak pada mobilitasnya. Mereka mampu menjangkau area sulit, berjalan dalam berbagai kondisi cuaca ekstrem, serta mengirimkan data secara real-time ke ruang kontrol.
Dengan jumlah data center yang terus bertambah terutama di Amerika Serikat yang memiliki ribuan fasilitas potensi penggunaan robot otonom ini diprediksi akan terus berkembang.
Meski adopsi massal masih dalam tahap awal, industri melihat robotika sebagai bagian penting dari masa depan operasional infrastruktur digital.***






