Community Engagement: Peran Universitas Telkom Jakarta dalam Mengembangkan Logo Desa Wisata Ciasmara
Pendahuluan – Pembuatan logo desa wisata membentuk katalis bagi keterikatan komunitas yang lebih dalam, dan memberikan kesempatan kepada masyarakat di Desa Ciasmara untuk berpartisipasi aktif dalam mendefinisikan identitas, juga masa depan desa.
Inisiatif ini tidak hanya bertujuan menghibahkan logo untuk desa tetapi juga menumbuhkan rasa kepemilikan dan kebanggaan di setiap warga.
Selama Maret hingga Juni 2025, kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk perancangan logo desa Ciasmara dilakukan secara bertahap hingga selesai.
Pendekatan kolaboratif dilakukan untuk memastikan bahwa logo tersebut secara otentik mewakili warisan, tradisi, potensi, dan aspirasi unik desa, yang penting untuk menarik wisatawan yang mencari pengalaman alam dan budaya sejati.
Selain itu, praktik inklusif ini juga membantu membangun jaringan komunitas untuk tangguh dan berdaya dengan keterampilan dan kepercayaan diri dalam mempertahankan inisiatif pariwisata secara berkelanjutan


Menggabungkan prinsip-prinsip teori keterlibatan sosial, inisiatif pengabdian kepada masyarakat Universitas Telkom di Desa Ciasmara menekankan partisipasi aktif dan kolaborasi antara pihak universitas dan warga desa (Rachmad, 2022).
Dengan melibatkan pihak-pihak desa, dari aparatur yang didukung oleh kepala desa dan jajarannya, serta pihak BUMDes, UMKM dan perwakilan pengelola setiap komunitas wisata dalam FGD desain logo.
Inisiatif ini mendorong pendekatan partisipatif dalam meningkatkan kohesi komunitas, karena penduduk saling membantu untuk mencapai tujuan bersama dalam meningkatkan pariwisata lokal.
Keterlibatan Universitas
Keterlibatan Universitas Telkom dalam rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam merancang logo, juga menciptakan lingkungan kolaboratif untuk memperkuat manfaat pendidikan dan komunitas. Partisipasi universitas, diperkuat dengan integrasi mahasiswa dan dosen dari berbagai program studi.
Gabungan program studi Desain Komunikasi Visual, program studi Sistem Informasi dan program studi Teknologi Informasi universitas Telkom Jakarta, menjadi kolaborasi proyek interdisipliner, untuk mempromosikan budaya, berbagi pengetahuan dan inovasi.
Melalui rangkaian kegiatan ini, universitas mendukung pencitraan Desa Ciasmara sebagai destinasi wisata yang khas sekaligus meningkatkan pengalaman belajar praktis dan keterlibatan sosial bagi dosen dan mahasiswa.
Community Engagement


Dalam meningkatkan keterlibatan komunitas, Universitas Telkom Jakarta menjalin kemitraan yang kuat dengan organisasi lokal di Desa Ciasmara, dengan menciptakan peluang sukarelawan dimana dosen dan mahasiswa terjun langsung dalam skenario dunia nyata.
Dosen dan mahasiswa secara aktif mengembangkan logo desa wisata yang khas, menerapkan wawasan tentang branding dan pemasaran selagi belajar pentingnya kepekaan budaya dan tradisi lokal sebagai kontribusi bagi desa.
Pengalaman praktis yang diperoleh dalam kegiatan ini tak ternilai bagi mahasiswa, bagaimana memahami dan memenuhi kebutuhan komunitas, memastikan inisiatif yang dilakukan relevan dan berkelanjutan.
Kemitraan yang dijalin berkembang lebih jauh karena kesepakatan desa binaan yang dijalin antara universitas Telkom Jakarta dan Desa Ciasmara, dalam inisiasi layanan masyarakat yang lebih luas, bermanfaat, serta menumbuhkan semangat solidaritas dan kerjasama.
Luaran dan Makna

Kolaborasi Universitas Telkom dan Desa Ciasmara menghasilkan manfaat nyata, berupa logo desa Ciasmara. Peranan proses FGD, membuka dan menerima pendapat setiap pihak desa termasuk anggota komunitas berkontribusi dalam proses analisis masalah, berbagi wawasan dan motif budaya mereka, memastikan bahwa logo tersebut secara autentik mencerminkan identitas desa.
Hasilnya, rasa persatuan, rasa kepemilikan dan kebanggaan yang bermekaran di antara warga desa dari perancangan logo ini diharapkan juga memupuk nilai tambah pada daya tarik pengembangan pariwisata lokal, warga desa yang semakin merasa terhubung dan berkomitmen untuk mempromosikan wisata mereka. Sehingga desa tidak hanya bercita-cita untuk menarik lebih banyak pengunjung tetapi juga bertujuan untuk memperkuat bisnis lokal dan pengrajin yang lebih dikenal di wilayah sekitarnya.
Kesimpulan
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara Universitas Telkom dan Desa Ciasmara telah menetapkan pondasi yang menjanjikan untuk proyek pengembangan lebih lanjut yang dapat memperluas potensi pariwisata desa.
Kegiatan ini secara berdampak dan berkelanjutan mencakup banyak dimensi, dari mulai pengembangan model pembelajaran berbasis komunitas yang profesional, inisiasi logo desa yang unik, langkah awal penguatan struktur sosial desa, pembuka prospek pertumbuhan ekonomi dan budaya desa Ciasmara.
Kesuksesan kemitraan ini, kedepannya dapat memanfaatkan berbagai inisiatif kegiatan. Meliputi pengembangan program ekowisata, lokakarya pengembangan keterampilan wirausaha lokal dan industri kerajinan, mengembangkan potensi pemasaran digital, mempromosikan Desa Ciasmara lebih luas lagi menembus jaringan pariwisata internasional.
Strategi ini dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan juga memupuk semangat komunitas yang berkelanjutan dan dinamis untuk generasi mendatang.
Sumber: Rachmad, Y. E. (2022). Social Engagement Theory. In academia.edu. academia.edu. https://www.academia.edu/download/119115194/BOOK_2022_026_NEW.pdf
Baca Lainnya
Ketika Papan Digital Bisa “Membaca” Wisatawan: Inovasi Promosi Cerdas untuk Pariwisata Indonesia
Saat Matahari Bertemu Nano: Potensi dan Arah Riset Quantum Dots Solar Cell di Indonesia
Berita Terkini
Kisah Heroik Jenderal SBY Selamatkan Pimpinan Falintil dalam Operasi Seroja
5 Bangunan Bersejarah di Bekasi, Nomor Buncit Monumen Saksi Pembantaian 90 Tentara Jepang
Dear Warga Bekasi, Ini Syarat Wajib dalam Pendaftaran PPDB Online 2024
Jenderal Soemitro, Tentara Ramalan Boneka Jailangkung Jadi Kesayangan Presiden Soeharto
3 Pekerja Proyek Asal Pekalongan Tewas Tenggelam di Kolam KIIC Karawang
Sejarah Gatot Subroto, Jenderal Pemberani yang Ganti Panggilan Nama Militer Presiden Soeharto Jadi Monyet
Simak! Kendaraan Dilarang Melintas Jalan Braga Bandung Tiap Akhir Pekan
Keren! Pemkab Bekasi Kolaborasikan MTQ dengan Promosi Wisata Industri
Kompresor Meledak di Mampang Jaksel, 7 Orang Tewas Terpanggang
TNI Ubah Istilah KKB Jadi OPM, Ini Perbedaannya
Arus Balik Lebaran 2024, 186.136 Kendaraan Masuk Jakarta
Misteri Bisikan Hyang Sadabu Picu Moksanya Prabu Siliwangi, Raja Pajajaran Masuk Islam?
Pusaka Kiai Gundil, Baju Perang Sunan Kalijaga yang Bikin Tubuh Kebal
Gudang Amunisi TNI AD di Bogor Meledak, Warga Gunung Putri Dievakuasi
Kesaktian Tongkat Sunan Bonang Ubah Buah Aren Jadi Bongkahan Emas
Ini Besaran Zakat Fitrah 1445 Hijriah di Kabupaten Bekasi
Daftar Lengkap 55 Caleg DPRD Kabupaten Bekasi Terpilih 2024-2029
Cerita Patih Gajah Mada Intervensi Kepemimpinan Raja Majapahit Hayam Wuruk
Kisah Peramal Legendaris dari Kerajaan Kediri yang Dipercaya Jelmaan Dewa
KPU Lampung: 74 Petugas Pemilu 2024 Sakit, 7 Meninggal Dunia
Kisah Sultan Demak Bebaskan Rakyat Tionghoa di Kelenteng Sam Po Kong
Gawat! KPU Galau Soal Pelaksanaan Pilkada di Kabupaten Bekasi, Digelar November atau September?
Kota Bekasi Luncurkan Aplikasi e-KIR Permudah Uji Kendaraan Berkala, Ini Manfaatnya
Respons Ganjar Soal Ahok Jadi Kuda Putih Jokowi di Kubu 03: Jangan Berasumsi, Dia Teman Saya!
Besok, Gugatan Almas Soal Kasus Wanprestasi Cawapres 02 Gibran Disidangkan di PN Solo
Kisah Romantis Kertawardhana Menang Sayembara Nikahi Ratu Majapahit Tribhuwana Tunggadewi
Letusan Gunung Merapi Bikin Karya Sastra Mataram Kuno Hilang Ditelan Bumi
KPU Petakan TPS Rawan Banjir di Kabupaten Bekasi, Mana Saja?
Jimat Kiai Bajulgiling, Pusaka Sakti Jaka Tingkir dari Kulit Buaya dan Magma Gunung Merapi
Internet of Energy dan Desa Energi Indonesia: Saat Desa Menjadi Subjek Transisi Energi
Ketika Papan Digital Bisa “Membaca” Wisatawan: Inovasi Promosi Cerdas untuk Pariwisata Indonesia
Saat Matahari Bertemu Nano: Potensi dan Arah Riset Quantum Dots Solar Cell di Indonesia
Berita Terkait
Internet of Energy dan Desa Energi Indonesia: Saat Desa Menjadi Subjek Transisi Energi
Ketika Papan Digital Bisa “Membaca” Wisatawan: Inovasi Promosi Cerdas untuk Pariwisata Indonesia
Saat Matahari Bertemu Nano: Potensi dan Arah Riset Quantum Dots Solar Cell di Indonesia




































































