Kiat Tetap Fit Saat Ramadan Berdasarkan Rekomendasi Dokter

Ilustrasi semangat bekerja saat puasa (Foto Dok. Freepik.com)

RAMADAN | Puasa, terutama saat Ramadan, bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga menuntut kemampuan tubuh untuk tetap bugar dan sehat dalam keterbatasan asupan makanan dan cairan.

Agar ibadah berjalan lancar tanpa mengorbankan kondisi fisik, para pakar kesehatan dan lembaga medis internasional memberikan sejumlah strategi yang terbukti efektif menjaga kebugaran dan stamina tubuh selama berpuasa.

1. Pola Makan Sahur dan Berbuka yang Tepat

Sahur adalah sumber energi utama yang menopang tubuh sepanjang hari. Ahli gizi di UNSW Sydney merekomendasikan konsumsi makanan berenergi tinggi yang dilepaskan secara perlahan, seperti karbohidrat kompleks, makanan berserat, dan protein saat sahur. Ini membantu menjaga tingkat gula darah stabil sehingga mencegah cepat lemas di siang hari.

Pada saat berbuka, dianjurkan untuk memulai dengan minuman dan makanan ringan seperti kurma dan air putih, baru kemudian mengonsumsi makanan utama yang seimbang antara karbohidrat, protein, serta sayuran agar pencernaan tidak kaget dan tubuh cepat pulih setelah puasa panjang.

2. Penuhi Asupan Cairan dengan Bijak

Dehidrasi adalah tantangan terbesar saat berpuasa karena tubuh tidak menerima air sepanjang hari. Rekomendasi kesehatan menyatakan bahwa yang lebih efektif adalah mengatur konsumsi air secara bertahap antara waktu berbuka dan sahur, bukan minum dalam jumlah besar sekaligus. Air putih, air kelapa, atau jus buah tanpa tambahan gula dianjurkan untuk menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh.

3. Pilih Jenis Olahraga yang Sesuai

Tidak sedikit orang khawatir olahraga saat puasa akan membuat tubuh makin lemas. Namun pakar kesehatan menyarankan tetap aktif secara fisik, tetapi dengan intensitas ringan hingga sedang. Olahraga seperti jalan santai, peregangan (stretching), atau yoga ringan menjaga sirkulasi darah, metabolisme, dan stamina tanpa menguras energi secara berlebihan.

Waktu terbaik berolahraga adalah beberapa jam sebelum berbuka puasa atau setelah berbuka, saat tubuh sudah terhidrasi dan terisi energi. Hindari olahraga berat di tengah hari saat tubuh paling lelah dan dehidrasi paling tinggi.

4. Hindari Makanan yang Menurunkan Kebugaran

Konsumsi makanan tinggi gula, berminyak, atau berlemak berlebihan dapat berdampak buruk pada energi dan kesehatan jantung. Beberapa sumber menyarankan untuk membatasi gorengan, minuman manis, serta makanan tinggi kalori yang bisa membuat tubuh cepat lelah dan menyebabkan lonjakan gula darah.

Makanan tinggi serat dan nutrien—seperti buah, sayuran, kacang-kacangan, dan protein tanpa lemak—lebih dianjurkan karena membantu sustained energy release dan mendukung fungsi tubuh optimal selama berpuasa.

5. Istirahat dan Kualitas Tidur yang Cukup

Kualitas tidur sangat berpengaruh pada kebugaran saat puasa. Perubahan jadwal tidur karena sahur atau ibadah malam dapat menimbulkan kelelahan kronis jika tidak dikelola dengan tepat. Para ahli merekomendasikan tidur lebih awal setelah salat tarawih, serta jika perlu, power nap singkat di siang hari agar tubuh tetap pulih dan siap beraktivitas.

Menjaga kebugaran saat puasa bukanlah hal yang mustahil. Dengan strategi nutrisi yang tepat, hidrasi efektif, olahraga ringan yang teratur, serta manajemen istirahat yang baik, tubuh dapat tetap fit dan energik sepanjang hari. Berpuasa justru bisa menjadi momentum memperbaiki gaya hidup sehat bila dijalankan dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran akan kebutuhan fisiologis tubuh.

Berita Terkini