Menuju Bekasi Sehat 2027, Wali Kota Minta BKM Fokus Sanitasi dan Rutilahu
BEKASI, Komunica.id– Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menghadiri Rapat Kerja Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) se-Kota Bekasi dan menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bekasi untuk menuntaskan status Open Defecation Free (ODF) di seluruh wilayah pada tahun 2027.
ODF merupakan kondisi wilayah yang telah bebas dari praktik buang air besar sembarangan. Artinya, seluruh masyarakat memiliki dan menggunakan fasilitas sanitasi yang layak, aman, dan sehat. Status ini menjadi indikator penting dalam mewujudkan lingkungan permukiman bersih serta Kota Bekasi yang sehat.
Peran Strategis BKM di Tingkat Kelurahan
Dalam arahannya, Tri Adhianto menekankan bahwa BKM memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat di tingkat kelurahan. BKM juga menjadi kepanjangan tangan pemerintah daerah dan lurah dalam menyelesaikan persoalan dasar lingkungan permukiman.
“BKM tidak hanya berperan dalam perencanaan, tetapi juga pelaksanaan dan pengawasan program di tingkat lingkungan. Karena itu, kinerja BKM sangat menentukan keberhasilan pembangunan berbasis masyarakat,” ujar Tri Adhianto.
Selama ini, BKM telah berkontribusi dalam berbagai program penataan lingkungan, mulai dari pembangunan dan perbaikan sarana sanitasi, pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal, penanganan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), hingga penataan taman lingkungan dan ruang terbuka publik.
Soroti Masalah WC Helikopter
Meski demikian, Wali Kota Bekasi menegaskan masih ada persoalan sanitasi mendasar yang harus segera diselesaikan, terutama praktik penggunaan WC helikopter. Fasilitas ini membuang limbah langsung ke sungai atau saluran air dan masih ditemukan di sejumlah wilayah.
“Ini persoalan horizontal yang harus kita tangani bersama. Sampai hari ini masih ada warga yang menggunakan WC helikopter. Kita harus clean. Di Jatirahayu saja masih tercatat 47 lokasi. Selesaikan dulu WC tersebut, selesaikan dulu ODF-nya,” tegasnya.
Target penyelesaian ODF menjadi bagian dari visi Kota Bekasi Sehat 2027 yang terus digenjot melalui sinergi lintas elemen masyarakat.
Tiga Prioritas Menuju Bekasi Sehat 2027
Dalam Raker BKM tersebut, Tri meminta agar program kerja difokuskan pada tiga prioritas utama, yakni:
Penanganan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).
Pembangunan dan perawatan taman lingkungan.
Penyediaan fasilitas WC dan sanitasi layak bagi warga.
Ia juga menekankan pentingnya penataan ulang perencanaan kerja BKM agar lebih terukur, tepat sasaran, serta selaras dengan kebijakan pembangunan daerah.
“Mulai susun kembali rencana pekerjaan BKM dengan memperkuat sinergi bersama LPM dan lurah. Dengan kolaborasi yang solid, pelaksanaan program di lapangan akan lebih terarah, efektif, dan berkelanjutan,” pungkas Wali Kota.
Dengan langkah ini, Pemerintah Kota Bekasi optimistis target ODF 2027 dapat tercapai dan kualitas lingkungan permukiman masyarakat semakin meningkat.(ADV)




































































