Mudik 2026 Makin Dekat, Pemkot Bekasi Fokus Benahi Jalur Kalimalang dan Stasiun Bekasi
BEKASI, Komunica.id– Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mematangkan persiapan arus mudik Lebaran 2026 dengan memastikan kondisi infrastruktur lalu lintas tetap aman dan lancar. Salah satu langkah yang diambil adalah menghentikan seluruh pekerjaan galian proyek pada H-10 sebelum Lebaran.
Instruksi tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Bekasi Tri Adhianto guna mencegah potensi kemacetan serta memberikan kenyamanan bagi para pemudik yang melintasi wilayah Kota Bekasi.
Tri menegaskan bahwa menjelang puncak arus mudik, tidak boleh ada lagi aktivitas penggalian baru di sejumlah titik proyek yang berada di jalur utama.
”Hari-hari ini kita akan menghadapi angkutan Lebaran. H-10 sudah tidak ada galian. Makanya pekerjaan yang di Jalan Juanda itu pada H-10 harus berhenti. Galian sudah cukup sampai di depan stasiun saja,” ungkap Tri Adhianto.
Proyek JPO Stasiun Bekasi Jadi Sorotan
Salah satu proyek yang menjadi perhatian adalah pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di depan Stasiun Bekasi, tepatnya di Jalan Ir. H. Juanda.
Wali Kota Bekasi meminta agar pengerjaan proyek tersebut tidak menambah titik galian baru menjelang arus mudik. Menurutnya, pekerjaan saat ini hanya difokuskan pada penyelesaian area yang sudah digarap, khususnya di jalur pedestrian.
”Yang sebelah kanannya tidak usah dikerjakan dulu. Karena kalau itu tetap dikerjakan, pasti secara waktu pekerjaan konstruksi akan melewati batas H-10,” tambahnya.
Tri juga mengingatkan agar pekerjaan konstruksi tidak merambah ke area seberang stasiun karena berpotensi menimbulkan kemacetan baru di kawasan yang padat aktivitas tersebut.
Jalur Kalimalang Jadi Prioritas Pemkot Bekasi
Selain kawasan Stasiun Bekasi, Pemkot Bekasi juga memberi perhatian khusus pada Jalur Kalimalang (Jalan KH Noer Ali) yang menjadi salah satu jalur arteri utama bagi pemudik.
Tri meminta agar pekerjaan di jalur tersebut sudah rampung atau minimal dihentikan sementara sebelum masa arus mudik dimulai.
”Yang ada di Kalimalang, perhatikan betul, itu adalah proyek strategis nasional. Jadi mutu pekerjaan harus tetap kita jaga, namun kelancaran jalur ini juga menjadi perhatian utama,” imbuh Tri.
Jalur Kalimalang diketahui menjadi salah satu urat nadi pergerakan pemudik, terutama bagi pengendara sepeda motor dari Jakarta menuju wilayah Jawa Barat hingga Jawa Tengah.
DBMSDA Pastikan Proyek Difokuskan pada Penyelesaian
Menanggapi instruksi tersebut, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Idi Sutanto, memastikan pihaknya segera menindaklanjuti arahan Wali Kota Bekasi.
Menurut Idi, saat ini progres pembangunan pedestrian dan JPO di kawasan Stasiun Bekasi sudah mendekati tahap akhir sehingga pengerjaan akan difokuskan pada penyelesaian area yang sudah digali.
”Tadi ada penekanan dari Pak Wali Kota terkait pedestrian Stasiun Bekasi. Nanti kita optimalkan, memang saat ini progresnya hampir selesai. Makanya kita tidak lanjut menggali titik baru. Maksimal area yang sudah kita gali saja yang difokuskan penyelesaiannya,” tutur Idi.
Ia juga memastikan pembangunan JPO Stasiun Bekasi tidak akan mengganggu kondisi jalan utama karena pengerjaan hanya memanfaatkan sebagian area pedestrian untuk fondasi.
”Jalannya dipastikan masih bagus. Pedestriannya perlahan sudah mulai kita tata. Pengguna stasiun akan kita fasilitasi secara bertahap, dan nantinya dengan adanya JPO, penyeberangan akan menjadi jauh lebih tertib dan aman,” tutupnya.(ADV)






