One Way Puncak Arus Mudik, Trans Jawa Dikepung Arus Kendaraan ke Timur
KOMUNICA.ID – Gelombang arus mudik Lebaran 2026 terus mengalir di jalur Trans Jawa. Ratusan ribu kendaraan tumpah ke arah timur, memaksa otoritas memberlakukan rekayasa lalu lintas skala nasional untuk menjaga kelancaran perjalanan.
Jasa Marga Transjawa Tol (JTT) mencatat, sebanyak 387.451 kendaraan melintas menuju wilayah timur melalui Gerbang Tol Cikampek Utama selama periode H-10 hingga H-4 (11–17 Maret 2026). Angka ini melonjak tajam hingga 95,59 persen dibandingkan kondisi normal.
Lonjakan tersebut mendorong penerapan sistem satu arah (one way) nasional. Skema ini diberlakukan dari KM 70 Tol Jakarta-Cikampek hingga KM 414 Gerbang Tol Kalikangkung sejak siang hari, lalu diperpanjang dengan one way lokal hingga KM 459 ruas Semarang-Solo.
Corporate Secretary & Legal JTT Ria Marlinda Paallo mengatakan kebijakan ini diambil untuk mengurai kepadatan kendaraan yang terus meningkat menuju Trans Jawa.
”Selain rekayasa lalu lintas, JTT juga mengoptimalkan pelayanan di Gerbang Tol Cikampek Utama dengan mengoperasikan 22 gardu serta 17 mobile reader,” kata Ria dalam keterangan tertulisnya, Rabu (18/3/2026).
Langkah ini dilakukan untuk mempercepat transaksi dan menekan antrean kendaraan yang mengular saat puncak arus mudik. Di sisi lain, insentif berupa diskon tarif tol sebesar 23 persen di ruas Batang–Semarang masih diberlakukan hingga akhir Maret.
Kebijakan ini diharapkan mampu mendistribusikan arus kendaraan agar tidak menumpuk di titik-titik tertentu. Sementara itu, arus kendaraan dari arah timur menuju Jakarta justru mengalami penurunan.
Tercatat 172.082 kendaraan melintas ke arah barat melalui Cikampek Utama, turun sekitar 11,82 persen dibandingkan kondisi normal. Kepadatan juga terpantau di sejumlah ruas tol lain di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Di Gerbang Tol Kalikangkung, arus menuju Semarang melonjak lebih dari 80 persen, sementara di Banyumanik, kendaraan ke arah Solo meningkat hampir 50 persen.
Di Jawa Timur, peningkatan volume kendaraan terlihat di Gerbang Tol Warugunung dengan lonjakan dua arah, baik menuju Surabaya maupun Jakarta. Sementara di Kejapanan Utama dan Singosari, pergerakan kendaraan cenderung fluktuatif namun tetap tinggi.
JTT mengingatkan para pemudik untuk tetap mengutamakan keselamatan selama perjalanan. Pengguna jalan diminta memastikan kondisi kendaraan dan fisik pengemudi dalam keadaan prima, serta menyiapkan bahan bakar dan saldo uang elektronik sebelum memasuki jalan tol.






