Pemkot Bekasi Ajak Pelaku Usaha dan Dunia Pendidikan Ikuti Program FLASK BPBD

Pemerintah Kota Bekasi terus memperkuat upaya mitigasi dan edukasi kebencanaan melalui pelibatan aktif berbagai elemen masyarakat. Foto/IST

BEKASI, Komunica.id – Pemerintah Kota Bekasi terus memperkuat upaya mitigasi dan edukasi kebencanaan melalui pelibatan aktif berbagai elemen masyarakat. Lewat program FLASK (Fasilitasi Sosialisasi Kebencanaan) yang digagas BPBD Kota Bekasi.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto mengajak pelaku usaha serta dunia pendidikan untuk ikut serta membangun budaya siaga bencana. Ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menghadapi ancaman bencana yang bisa terjadi kapan saja dan di mana saja.

“Saya mengajak seluruh pelaku usaha seperti pengelola hotel, mal, apartemen, dan perkantoran serta kepala sekolah, guru, dan siswa untuk bersama mengikuti program ini. Edukasi kebencanaan harus menjadi bagian dari keseharian agar kita semua tanggap,” kata Tri.

Program FLASK dirancang untuk memberikan pemahaman menyeluruh terkait mitigasi bencana, prosedur evakuasi, hingga penanganan darurat secara tepat dan aman. Sasaran utamanya adalah pelaku usaha, komunitas pendidikan, dan masyarakat umum di Kota Bekasi.

“Melalui FLASK, kami ingin membentuk masyarakat yang tidak hanya tahu apa yang harus dilakukan saat bencana terjadi, tetapi juga mampu mencegah dan meminimalkan risiko sejak dini,” jelas Tri.

Yang menjadi nilai tambah, program ini dibuka secara gratis dan mudah diakses melalui aplikasi FLASK yang disediakan oleh BPBD Kota Bekasi. Hal ini diharapkan mampu menjangkau lebih banyak peserta dari berbagai kalangan.

“Tidak ada biaya apapun. Silakan daftar melalui aplikasi FLASK dan dapatkan pelatihan yang berguna bagi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan,” tambahnya.

Program FLASK menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemkot Bekasi dalam membangun kota yang tangguh terhadap bencana, dengan mendorong kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat.

Melalui edukasi berkelanjutan dan partisipasi aktif semua pihak, Bekasi diharapkan menjadi kota yang tidak hanya berkembang secara fisik, tetapi juga kuat secara mental dalam menghadapi situasi darurat. (adv)