Pengawasan Diperketat, Sekolah Diminta Laporkan Masalah di Program MBG
KOMUNICA.ID – Pemerintah meminta sekolah di seluruh Indonesia untuk lebih aktif mengawasi dan melaporkan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) apabila menemukan layanan yang tidak sesuai standar.
Imbauan tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, yang menekankan bahwa sekolah memiliki peran penting dalam memastikan program MBG berjalan sesuai ketentuan.
Dalam keterangannya, Zulhas meminta pihak sekolah untuk tidak ragu melaporkan dugaan pelanggaran atau ketidaksesuaian layanan makanan yang diterima peserta program.
“Kami juga mengimbau kalau sekolah-sekolah di mana pun berada, kalau ada yang tidak sesuai bisa menyampaikan keberatan kepada SPPG. Menyampaikan keberatan sekali, dua kali, tiga kali. Pasti di sini ada namanya call center, di kantor saya ada namanya command center. Jadi kita akan cepat untuk menindaklanjuti,” ujar Zulhas di Jakarta.
Ia menjelaskan bahwa program MBG bukan sekadar penyediaan makanan, melainkan bagian dari strategi besar peningkatan kualitas sumber daya manusia. Karena cakupannya yang luas, pengawasan berlapis dan partisipasi aktif sekolah sangat diperlukan.
Program MBG ditujukan bagi sekitar 82,9 juta anak penerima manfaat, menjadikannya salah satu program bantuan pangan terbesar yang pernah dijalankan pemerintah. Pelaksanaannya pun disebut tidak mudah karena melibatkan berbagai pihak mulai dari penyedia makanan hingga sekolah sebagai penerima langsung.
Zulhas menekankan bahwa laporan berulang dari sekolah akan sangat membantu pemerintah dalam mempercepat tindak lanjut jika terjadi penyimpangan standar. Melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), call center, maupun command center, laporan tersebut akan diproses untuk memastikan kualitas layanan tetap terjaga.






