Peran Tersembunyi BIN di Tengah Krisis Hormuz, Tanker RI Tetap Jalan
KOMUNICA.ID – Pengamat intelijen dan keamanan Ridlwan Habib menyebut Badan Intelijen Negara (BIN) memainkan peran penting di balik upaya pemerintah memastikan kapal tanker Indonesia tetap bisa melintas aman di Selat Hormuz.
Menurut Ridlwan, BIN bekerja secara senyap melalui jalur diplomasi intelijen untuk menjaga keamanan pelayaran, terutama di tengah meningkatnya tensi geopolitik yang sempat mengganggu distribusi energi global.
“BIN bergerak di belakang layar untuk memastikan kapal berbendera Indonesia tetap dihormati dan bisa melintas dengan aman,” kata Ridlwan dalam keterangan tertulisnya, Kamis (2/4/2026).
Ia menjelaskan, keterlibatan BIN menjadi bagian dari koordinasi lintas lembaga yang dipimpin pemerintah, termasuk Kementerian Luar Negeri dan Kementerian ESDM.
Fokusnya adalah membuka jalur komunikasi dengan otoritas di kawasan Teluk agar armada tanker Indonesia mendapat jaminan keamanan.
Ridlwan menekankan, Selat Hormuz merupakan jalur krusial bagi ketahanan energi nasional. Sekitar seperempat impor minyak Indonesia berasal dari kawasan Timur Tengah dan harus melewati selat tersebut.
Dalam kondisi normal, jalur ini dilintasi lebih dari 100 kapal setiap hari. Namun sejak konflik memanas pada akhir Februari, aktivitas pelayaran turun drastis.
“Penurunan bisa mencapai lebih dari 90 persen. Ini tentu berdampak langsung pada distribusi energi global, termasuk Indonesia,” katanya.
Padahal, kapal tanker yang melintas membawa pasokan penting seperti minyak mentah, BBM, hingga LPG yang menopang cadangan energi nasional.
Ridlwan menyebut peran BIN tidak hanya sebatas pemantauan, tetapi juga mencakup penilaian risiko dan dukungan terhadap proses negosiasi teknis.
Mulai dari aspek keamanan jalur pelayaran, perlindungan kru kapal, hingga kepastian asuransi menjadi bagian dari proses yang harus diselesaikan sebelum kapal kembali beroperasi normal.
“Di sinilah intelijen berperan mempercepat komunikasi dan membantu pemerintah mendapatkan kepastian dari berbagai pihak terkait,” ungkapnya.
Langkah ini dinilai sebagai bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga energi di dalam negeri, terutama di tengah ketidakpastian global.
Ridlwan optimistis, dengan koordinasi yang solid antar-lembaga, jalur pelayaran di Selat Hormuz akan kembali normal dan kapal tanker Indonesia bisa beroperasi seperti biasa dalam waktu dekat.
“Yang terpenting adalah memastikan pasokan energi tetap aman dan tidak terganggu situasi global,” tandasnya.***






