Proyek LRT Bandung Dilirik Investor Prancis, Ini Rencana Besarnya

Proyek LRT Bandung diminati investor Prancis dan diproyeksikan dibiayai tanpa APBN. Foto/Ilustrasi/Dok Kemenhub

KOMUNICA.ID – Proyek pembangunan Light Rail Transit (LRT) di Bandung mulai menarik minat investor asing. Pemerintah mengungkapkan, sejumlah pihak dari Prancis siap terlibat dalam pengembangan proyek transportasi massal dari sisi pendanaan hingga kajian teknis.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, saat ini proyek masih berada pada tahap penyusunan konsep dan studi oleh pihak Prancis sebelum masuk ke fase konstruksi. Pemerintah mendorong agar proyek ini dapat segera direalisasikan.

Menurut dia, proyek ini nantinya tanpa ketergantungan besar pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Karena itu, peran investor swasta baik asing maupun domestik menjadi kunci utama.

“Minat dari pihak swasta cukup positif. Kami berharap proyek ini bisa berjalan dengan skema pembiayaan non-APBN,” kata Dudy dalam keterangan resminya, Senin (23/2/2026).

Pemerintah juga telah menawarkan sejumlah opsi jalur atau trase kepada calon investor. Selanjutnya, pihak Prancis akan melakukan perhitungan dari sisi kelayakan bisnis sebelum menentukan rute yang paling potensial untuk dikembangkan.

Sebelumnya, Dudy telah bertemu dengan Menteri Transportasi Prancis Philippe Tabarot guna membahas peluang kerja sama ini. Dalam pertemuan tersebut, perusahaan asal Prancis disebut siap mendukung mulai dari pendanaan hingga penyusunan studi kelayakan proyek.

Tak hanya LRT Bandung, kerja sama Indonesia–Prancis juga mencakup sektor transportasi yang lebih luas, mulai dari darat, laut, hingga udara. Kolaborasi ini meliputi transfer teknologi, peningkatan keselamatan, serta pengembangan infrastruktur transportasi.

Untuk mempercepat realisasi, kedua negara berencana membentuk kelompok kerja bersama yang akan menyusun langkah konkret dan daftar proyek prioritas dalam waktu dekat.

Pemerintah berharap, proyek LRT Bandung dapat menjadi pintu masuk bagi investasi transportasi ramah lingkungan di Indonesia, sekaligus mengurangi kemacetan di kawasan perkotaan yang terus meningkat.***