Ramai Kader Lantik Anak Jadi Kadis, PDIP Tegur dan Singgung Etika Publik
KOMUNICA.ID – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menanggapi sorotan publik terkait pelantikan seorang anak oleh ayahnya sendiri sebagai kepala dinas di lingkungan pemerintah daerah. Partai menilai langkah tersebut menimbulkan persoalan etika dalam tata kelola pemerintahan.
Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, menyampaikan bahwa praktik tersebut memang tidak melanggar secara administratif, namun dinilai kurang tepat dari sisi kepantasan di ruang publik.
“Kalau orang Jawa itu bilang kurang elok ya, bapaknya bupati, anaknya kepala dinas,” kata Hasto.
Menurut dia, pelantikan pejabat seharusnya tetap mengedepankan prinsip profesionalitas dan sistem merit, sehingga tidak memunculkan persepsi negatif di masyarakat. Ia menegaskan bahwa pengisian jabatan publik harus didasarkan pada kompetensi, rekam jejak, serta mekanisme yang transparan.
PDIP, lanjut Hasto, mendorong agar kader di daerah tetap menjaga integritas serta kepercayaan publik. Ia juga meminta jajaran partai, khususnya di legislatif daerah, untuk memberikan masukan secara konstruktif terhadap kebijakan yang dinilai menyimpang dari prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.
Pelantikan tersebut diketahui merupakan bagian dari rotasi dan pengisian jabatan di lingkungan pemerintah daerah, yang mencakup ratusan pejabat. Namun, keterlibatan hubungan keluarga dalam salah satu posisi strategis memicu perhatian luas.
Hasto menegaskan, kritik yang disampaikan bukan ditujukan secara personal, melainkan sebagai upaya menjaga marwah institusi dan memastikan prinsip keadilan tetap terjaga dalam birokrasi pemerintahan.






