Suhu Siang Tembus 37 Derajat, BMKG Peringatkan Potensi Hujan Ekstrem!

Citra staelit prakiraan cuaca Indonesia. Foto/BMKG

KOMUNICA.ID – Cuaca panas menyengat dalam beberapa hari terakhir ternyata bukan tanda musim kemarau datang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi hujan lebat hingga ekstrem di Indonesia periode 15-21 Mei 2026.

Fenomena ini dipicu kombinasi sejumlah gangguan atmosfer yang aktif bersamaan di wilayah Indonesia. Mulai dari Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin, Gelombang Rossby Ekuatorial, hingga sirkulasi siklonik.

BMKG menjelaskan, kondisi cuaca saat ini masih berada dalam fase peralihan musim. Pagi hingga siang hari cuaca terasa sangat panas akibat berkurangnya tutupan awan, tetapi kondisi itu justru memicu pembentukan awan hujan pada sore hingga malam hari.

Dalam periode 11-13 Mei 2026, suhu maksimum bahkan tercatat menembus 36 hingga 37,1 derajat Celsius di sejumlah wilayah seperti Sumatra Utara, Kalimantan Timur, dan Jawa Timur.

“Pemanasan yang kuat ini dapat memperkuat aktivitas konvektif dan memicu pembentukan awan hujan,” tulis BMKG, dikutip Komunica, Jumat (15/5/2026).

Kondisi tersebut sudah terlihat dari tingginya curah hujan di beberapa daerah. BMKG mencatat hujan mencapai 139 mm per hari di Sulawesi Barat, 81,4 mm di Sulawesi Tenggara, hingga 80 mm di Papua Barat.

BMKG menyebut, peningkatan hujan dipicu aktifnya MJO yang saat ini berada di fase Samudra Hindia dan mulai memengaruhi wilayah Indonesia. Selain itu, gelombang tropis juga diprediksi aktif di berbagai wilayah. 

Gelombang Kelvin diperkirakan melintas di Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Sementara Gelombang Rossby Ekuatorial aktif di Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali hingga Nusa Tenggara.

Tak hanya itu, sirkulasi siklonik diprediksi muncul di sekitar Selat Karimata, Selat Makassar bagian selatan, dan Laut Sulawesi yang berpotensi memperbesar pertumbuhan awan hujan.

BMKG mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang, terutama pada periode 15-17 Mei 2026.

Wilayah dengan status siaga hujan lebat hingga sangat lebat meliputi Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan dan Maluku Utara.

Kemudian Maluku, Papua Tengah, Papua Pegunungan, hingga Papua Selatan. Sementara itu, DKI Jakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Gorontalo, dan Papua Barat diguyur hujan lebat.

Pada periode 18-21 Mei 2026, hujan diperkirakan masih mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia. BMKG menyebut Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Maluku Utara menjadi wilayah yang perlu waspada terhadap potensi hujan sangat lebat.

BMKG mengimbau masyarakat tetap berhati-hati terhadap risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, pohon tumbang, hingga genangan akibat cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi selama sepekan ke depan.***