Wali Kota Bekasi Ajak Pelaku Usaha Berkontribusi dalam Pemilahan Sampah Secara Masif

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto. Foto/Istimewa

BEKASI, Komunica.id – Pemerintah Kota Bekasi mengajak kalangan dunia usaha untuk mengambil peran lebih besar dalam pengelolaan lingkungan, khususnya dalam hal pemilahan sampah, pengendalian limbah, dan pengurangan pencemaran udara. 

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menegaskan pentingnya keterlibatan sektor swasta dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Saat ini, pemerintah sudah mengajak 40 pengusaha di Kota Bekasi untuk berkontribusi dalam kebijakan ini.

“Harapan kita bukan hanya hari ini, tapi bagaimana pembangunan yang kita lakukan bisa meninggalkan legacy lingkungan yang sehat bagi anak cucu kita nanti,” kata Tri Adhianto dalam keterangan tertulisnya, Selasa (8/7/2025).

Tri mengungkapkan bahwa kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantargebang saat ini sudah sangat mengkhawatirkan. 

Ia menekankan bahwa tidak bisa lagi hanya mengandalkan TPA sebagai solusi akhir, melainkan diperlukan kesadaran kolektif untuk mengelola sampah sejak dari hulu, termasuk di lingkungan industri.

“Kita semua harus menjadi bagian dari pemilahan yang masif. Sampah basah dan kering harus terpisah, minyak jelantah harus dikelola terpisah, dan pengolahan air limbah dilakukan secara bertahap,” ujarnya.

Langkah-langkah konkret pun telah mulai dijalankan oleh Pemkot Bekasi, salah satunya dengan penambahan 130 sambungan rumah PDAM yang dilengkapi sistem pengolahan air limbah domestik. 

Program ini menjadi bagian dari target Pemkot dalam mewujudkan Kota Bekasi sebagai kota sehat dan menyelesaikan persoalan sanitasi dasar. 

Selain itu, Tri juga menyoroti persoalan bangunan liar di bantaran sungai yang saat ini menjadi fokus penertiban pemerintah daerah. Menurutnya, bangunan-bangunan tersebut memperparah potensi banjir dan memperburuk kondisi lingkungan.

“Potensi banjir bisa terjadi salah satunya karena pendirian bangunan di bantaran sungai. Ini harus kita benahi bersama,” tegasnya.

Tri Adhianto mengajak seluruh pelaku usaha untuk berkontribusi nyata dalam program pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan di wilayah operasional masing-masing. 

Ia meyakini, kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci dalam menciptakan Kota Bekasi yang bersih, sehat, dan layak huni.

“Kalau bukan kita yang mulai, siapa lagi? Mari jadikan Bekasi kota percontohan dalam pengelolaan lingkungan yang modern dan bertanggung jawab,” pungkasnya. (adv)

Berita Terkini