Aksi Heroik Kapolres Bekasi, Selamatkan Korban Kecelakaan di Tengah Arus Mudik

Aksi Heroik Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Sumarni menyelamatkan pemudik yang terlibat kecelakaan di Jalan Sultan Hasanudin Bekasi. Foto/Polres Metro Bekasi

KOMUNICA.ID – Sore itu, lalu lintas di Jalan Sultan Hasanudin, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, tak seperti biasanya. Kendaraan mengalir padat, mengiringi momen arus mudik Lebaran yang mencapai puncaknya. 

Di tengah hiruk pikuk itu, sebuah pemandangan berbeda terjadi iring-iringan kendaraan dinas mendadak berhenti. Di dalam rombongan itu, Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Sumarni tengah memimpin patroli kewilayahan dalam rangka Operasi Ketupat Jaya 2026. 

Namun, perjalanan itu terhenti seketika saat ia melihat seorang warga tergeletak di aspal, korban kecelakaan lalu lintas. Tanpa ragu, ia turun dari kendaraan. Tidak ada protokol panjang, tidak ada jeda. 

Di tengah panasnya aspal dan lalu lintas yang terus bergerak, ia langsung mendekat, memastikan kondisi korban dengan mata kepala sendiri. Waktu menunjukkan pukul 16.42 WIB. Situasi di lokasi masih rawan. Namun, keputusan cepat diambil. 

Sumarni langsung memberi instruksi kepada tim medis yang ikut dalam patroli untuk melakukan penanganan darurat. 

Tim dari Sidokkes Polres Metro Bekasi bergerak cepat. Dipimpin Kasidokkes dr. Fanny Sari, bersama dr. Resmi Suci, Brigadir Imam Abridin, dan tenaga kesehatan Windita Prastika, mereka segera memberikan pertolongan pertama di lokasi kejadian.

“Ibu Kapolres langsung memeriksa kondisi korban dan memerintahkan evakuasi secepatnya ke rumah sakit,” kata dr. Fanny, Selasa (24/3/2026).

Korban kemudian dievakuasi menuju RSUD Kabupaten Bekasi untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan korban mengalami luka robek di bagian dahi sepanjang sekitar 5×2 cm. 

Selain itu, terdapat nyeri tekan dan indikasi cedera pada bahu kiri. Tim medis segera melakukan penanganan berupa penjahitan luka, pemberian infus, serta terapi injeksi untuk menstabilkan kondisi korban.

Saat ini, korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit dengan kondisi stabil dan sadar penuh. Pemeriksaan lanjutan seperti CT Scan kepala dan rontgen bahu serta dada direncanakan untuk memastikan tidak ada cedera internal.

Aksi spontan itu tak luput dari perhatian warga sekitar. Di tengah kesibukan pengamanan arus mudik, tindakan cepat tersebut menjadi gambaran sisi lain aparat bahwa di balik ketegasan, ada kepedulian yang nyata.

Di jalanan yang padat dan penuh risiko, keputusan untuk berhenti sejenak demi satu nyawa menjadi pengingat bahwa tugas menjaga keamanan juga berarti hadir saat masyarakat paling membutuhkan.

Momen itu mungkin singkat, namun bagi korban dan orang-orang yang menyaksikan, aksi tersebut meninggalkan kesan mendalam tentang empati, kecepatan, dan kemanusiaan yang hadir di tengah situasi darurat.***