Ini Titik Rawan Terjadinya Kemacetan Parah di Kota Bekasi, Mana Saja?

Kemecatan di Kota Bekasi kerap terjadi setiap harinya. Foto/Ilustrasi

BEKASI, Komunica.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi tengah memetakan sejumlah titik rawan terjadinya kemacetan maupun kepadatan arus lalu lintas. Kemacetan di Kota Bekasi biasanya terjadi saat jam sibuk hari kerja maupun libur akhir pekan.

Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas Dishub Kota Bekasi Teguh Indrianto menyebutkan bahwa kemacetan di Kota Bekasi umumnya terkonsentrasi di tiga jalur utama, yaitu Jalur Utara, Jalur Tengah, dan Jalur Selatan.

“Memang kemacetan masih sering terjadi, terutama pagi dan sore hari saat jam berangkat dan pulang kerja. Untuk mengurainya, kami menempatkan petugas di sejumlah titik guna melakukan pengaturan lalu lintas seperti rekayasa jalan secara situasional,” ujar Teguh, Sabtu (12/7/2025).

Jalur Utara meliputi ruas Jalan Sultan Agung hingga Jenderal Sudirman. Sejumlah titik rawan kemacetan yang diwaspadai antara lain: Kranji: Volume kendaraan tinggi, diperparah dengan proyek pembangunan dan perlintasan kereta api.

Proyek Bekasi: Dekat pusat kota, kawasan ini menjadi titik padat karena pertemuan arus lalu lintas. Pasar Baru Terminal: Aktivitas pasar tumpah di sekitar terminal menjadi pemicu utama kemacetan di area ini.

Jalur Tengah mencakup kawasan Kalimalang dan sekitarnya. Berikut titik kemacetan yang kerap terjadi: Sumber Artha: Kemacetan disebabkan tingginya volume kendaraan pada jam-jam sibuk.

Wilayah Galaxy: Arus kendaraan padat secara konsisten sepanjang hari.

Simpang BCP (Bekasi Cyber Park): Menjadi titik temu Jalur Utara dan Tengah, serta terletak di kawasan pusat bisnis Kota Bekasi. Jalur Selatan: Efek Penyempitan dan Perumahan Padat

Jalur Selatan meliputi wilayah Narogong dan sekitarnya. 

Beberapa lokasi yang kerap mengalami kemacetan: Cipendawa: Penyempitan jalan membuat arus kendaraan melambat. Kemang Pratama: Kepadatan dipicu oleh tingginya aktivitas kendaraan pribadi di kawasan permukiman elit ini.

Rawa Panjang: Volume kendaraan terus meningkat, menyebabkan perlambatan lalu lintas terutama pada jam sibuk. Dishub Kota Bekasi terus melakukan pemantauan dan menyiapkan rekayasa lalu lintas di titik-titik rawan. 

Selain itu, kehadiran petugas di lapangan diharapkan dapat mengurai kemacetan secara langsung dan memberikan rasa aman bagi pengguna jalan.

“Dengan pemetaan ini, masyarakat diharapkan bisa lebih waspada dan menghindari titik rawan pada jam-jam tertentu. Kami juga terus melakukan evaluasi untuk penyempurnaan manajemen lalu lintas di Kota Bekasi,” tutupnya. (adv)

Berita Terkini