PC Mendadak Update? Ini Tanda Windows 11 Kamu Dipaksa Naik Versi
KOMUNICA.ID – Microsoft mulai menerapkan kebijakan force upgrade pada perangkat PC yang masih menjalankan Windows 11 versi 24H2. Artinya, pembaruan akan berjalan otomatis dan tidak bisa ditunda secara permanen.
Kebijakan ini menyasar perangkat yang tidak dikelola oleh departemen IT (unmanaged), terutama pengguna Windows 11 edisi Home dan Pro.
Dalam pembaruan tersebut, sistem akan secara otomatis ditingkatkan ke Windows 11 versi 25H2 atau yang dikenal sebagai Windows 11 2025 Update.
Langkah ini diambil karena Windows 11 versi 24H2 akan segera memasuki masa akhir dukungan (end of support) dalam sekitar enam bulan ke depan.
Setelah melewati batas itu, perangkat tidak lagi mendapatkan pembaruan penting seperti:
– Patch keamanan
– Perbaikan bug
– Pembaruan zona waktu
– Dukungan teknis resmi
Artinya, pengguna yang tetap bertahan di versi lama berisiko lebih tinggi terhadap celah keamanan.
Update Jalan Otomatis Berbasis AI
Microsoft menjelaskan, proses pembaruan dilakukan otomatis menggunakan sistem rollout berbasis machine learning yang kini telah diperluas ke seluruh perangkat Windows 11 24H2 edisi Home dan Pro.
“Perangkat akan menerima pembaruan secara otomatis saat sudah siap, tanpa perlu tindakan pengguna,” tulis Microsoft dalam keterangannya, dikutip Komunica.id, Kamis (9/4/2026).
Meski begitu, pengguna masih diberi kendali terbatas untuk:
– Menentukan waktu restart
– Menunda update sementara
Namun, penundaan ini tidak berlaku selamanya. Setelah batas waktu habis, sistem tetap akan melakukan upgrade secara otomatis.
Bisa Update Manual Lebih Cepat
Bagi pengguna yang ingin segera beralih ke versi terbaru, pembaruan bisa dilakukan manual melalui: Settings > Windows Update, lalu unduh Windows 11 25H2.
Microsoft juga menyediakan panduan resmi untuk membantu pengguna jika mengalami kendala selama proses upgrade.
Rilis Update Darurat
Selain mendorong upgrade besar-besaran, Microsoft juga merilis sejumlah pembaruan darurat (out-of-band).
Update ini mencakup:
– Perbaikan masalah login akun Microsoft di aplikasi seperti Teams dan OneDrive
– Perbaikan bug konektivitas Bluetooth
– Penambalan celah keamanan pada layanan Routing and Remote Access Service (RRAS)
Langkah agresif ini menegaskan strategi Microsoft untuk menjaga ekosistem Windows tetap aman dan mutakhir meski harus “memaksa” pengguna pindah ke versi terbaru. ***






