Proyek Fly Over Bulak Kapal Bekasi Segera Dimulai, Anggaran Tembus Rp360 Miliar

Rencana pembangunan Flyover Bulak Kapal, Kota Bekasi. Foto/Istimewa

BEKASI, Komunica.id– Kabar baik bagi warga Kota Bekasi. Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi memastikan pembangunan Fly Over (FO) Bulak Kapal akan segera memasuki tahap konstruksi fisik pada pertengahan 2026.

Proyek infrastruktur strategis ini diharapkan mampu mengurai kemacetan panjang di simpang Bulak Kapal, yang selama ini menjadi salah satu titik kemacetan paling padat di Kota Bekasi.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Idi Sutanto, mengatakan tahap konstruksi fisik jembatan layang tersebut diperkirakan mulai berjalan pada Mei atau Juni 2026.

”Rencana pekerjaan konstruksi fisik diprakirakan akan berlangsung di bulan Mei atau Juni nanti. Proses pekerjaannya akan terus disesuaikan dengan kondisi di lapangan,” ucap Idi.

Proses Ganti Rugi Lahan Masih Berjalan

Menurut Idi, dimulainya pembangunan Fly Over Bulak Kapal sangat bergantung pada proses pembayaran ganti rugi lahan kepada masyarakat yang terdampak proyek tersebut.

Saat ini, proses pembebasan lahan telah berjalan secara bertahap dan sebagian area juga sudah mulai dikosongkan untuk mendukung tahapan konstruksi.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat juga tengah mempersiapkan proses lelang proyek untuk menentukan pihak ketiga yang akan mengerjakan pembangunan jembatan layang tersebut.

”Sudah mulai tahap pembayaran ganti rugi lahan dan persiapan lelang di Provinsi untuk pihak ketiga. Sebagian lahan juga sudah dieksekusi pengosongannya oleh dinas terkait. Jadi, untuk tahap 1, mereka sudah bisa persiapan lelang,” sambungnya.

Anggaran Pembangunan Capai Rp360 Miliar

Pembangunan FO Bulak Kapal Bekasi merupakan salah satu proyek strategis dengan nilai investasi yang cukup besar. Total anggaran proyek ini diperkirakan mencapai lebih dari Rp360 miliar.

Anggaran tersebut terdiri dari dua komponen utama, yaitu biaya pengadaan lahan sekitar Rp107 miliar dan biaya konstruksi sebesar Rp253 miliar.

Secara teknis, proyek ini membutuhkan lahan seluas 10.637 meter persegi dengan panjang trase Fly Over sekitar 768 meter.

Dengan adanya jembatan layang ini, diharapkan arus lalu lintas di kawasan Bulak Kapal dapat lebih lancar dan mampu mengurangi kepadatan kendaraan yang kerap terjadi di persimpangan tersebut.(ADV)