Rugi Rp366 Miliar, KFC Indonesia Tertekan! Apa yang Sebenarnya Terjadi?

ILUSTRASI. PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST)

KOMUNICA.ID – PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), pemegang waralaba KFC di Indonesia, mencatatkan rugi bersih Rp366,04 miliar sepanjang tahun 2025. Meski masih merugi, angka tersebut menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan perseroan, rugi bersih FAST pada 2025 tercatat menyusut 54,05 persen secara tahunan dibandingkan rugi 2024 yang mencapai Rp796,71 miliar. Penurunan kerugian ini menunjukkan adanya perbaikan dalam kinerja keuangan perusahaan, meski belum sepenuhnya pulih.

Pendapatan usaha FAST pada 2025 tercatat Rp4,88 triliun, naik tipis 0,11 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp4,87 triliun. Kenaikan tersebut belum mampu mengimbangi tingginya beban operasional dan kewajiban keuangan yang masih menekan kinerja perseroan.

Dalam laporan resmi, manajemen menegaskan bahwa perbaikan kinerja ini merupakan hasil dari langkah efisiensi yang terus dilakukan selama 2025. Sejumlah pos biaya berhasil ditekan sehingga kerugian dapat diperkecil secara signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Meski demikian, tantangan eksternal seperti kondisi pasar yang kompetitif, tekanan biaya bahan baku, serta penurunan daya beli masyarakat turut memberikan dampak terhadap kinerja keseluruhan perusahaan.

FAST merupakan pengelola jaringan restoran cepat saji KFC di Indonesia, dengan lebih dari 700 gerai yang tersebar secara nasional. Perseroan masih terus melakukan penyesuaian strategi untuk memulihkan kinerja dan memperkuat posisi di tengah dinamika industri makanan cepat saji yang semakin ketat.