TPA Bantargebang Darurat, Wali Kota Bekasi Serukan Gerakan Sedekah Sampah dan Daur Ulang Mandiri

waktu baca 2 menit
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto. Foto/Istimewa

BEKASI, Komunica.id– Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menegaskan bahwa persoalan sampah di Kota Bekasi saat ini sudah masuk kategori darurat.

Hal ini disampaikannya saat memimpin Apel Kebersihan, Keindahan, dan Ketertiban (K3) di Alun-Alun M. Hasibuan, Kota Bekasi.

Tri menyebut peristiwa longsornya tumpukan sampah akibat hujan beberapa waktu lalu menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan sampah harus menjadi perhatian serius semua pihak.

“Tempat pembuangan akhir (TPA) Bantargebang sudah beberapa kali dapati peringatan. Jika dibayangkan tempat tersebut ditutup akan menjadi kendala besar di Kota Bekasi, maka dari itu kita bisa memilah sendiri sampah yang bisa dimanfaatkan,” kata Tri.

Untuk mengatasi masalah ini, Pemerintah Kota Bekasi terus mendorong pengelolaan sampah berkelanjutan berbasis teknologi dan partisipasi aktif masyarakat. Salah satu inisiatif nyata adalah Gerakan Sedekah Sampah yang rutin digelar setiap Jumat di kantor-kantor pemerintahan.

Selain itu, Tri juga menyoroti pentingnya penerapan teknologi daur ulang plastik yang diolah menjadi kantong ramah lingkungan. Pemerintah Kota Bekasi juga mendorong pemanfaatan sampah organik secara mandiri.

Sisa buah dan sayur dapat diolah menjadi eco-enzyme, di mana air hasil fermentasinya efektif untuk membersihkan lingkungan. Tri menegaskan teknologi ini terbukti bermanfaat saat pandemi COVID-19 lalu.

Masyarakat juga diajak untuk mengolah sampah anorganik menjadi pakan maggot, sehingga dapat mengurangi ketergantungan pada TPA dan mendukung industri daur ulang lokal.

Wali Kota menambahkan bahwa pabrik daur ulang kertas di Mustika Jaya kini bahkan sudah menembus pasar ekspor ke Singapura, menjadi bukti potensi ekonomi dari pengelolaan sampah yang tepat.

Di tengah pertumbuhan penduduk yang terus meningkat setiap tahun, Pemkot Bekasi berkomitmen untuk terus berinovasi dalam pengelolaan sampah dengan melibatkan sinergi antara pemerintah, pihak swasta, pedagang, dan seluruh elemen masyarakat. Tri juga menekankan pentingnya memulai pemilahan sampah dari diri sendiri.

“Kita satukan gerakan, karena tiap pajak yang dibayar dari hasil masyarakat sendiri tentunya balik lagi ke masyarakat dalam mengurus sampah setiap harinya,” tutup Tri.(ADV)

Berita Terkini