TPST Bantargebang Rawan Longsor, 4 Nyawa Melayang, Menteri LH Gerak Cepat
BEKASI, Komunica.id – Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (LH/BPLH) Hanif Faisol Nurofiq meninjau langsung lokasi longsor sampah di TPST Bantargebang, Bekasi, Minggu (8/3) malam.
Peristiwa tersebut menewaskan empat pekerja setelah tertimbun tumpukan sampah. Empat korban meninggal dunia masing-masing bernama Enda Widayanti (25), Sumini (60), Dedie Sutrisno (22), dan Iwan Supriatin (40).
Hanif menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Ia menyebut tragedi ini menjadi pengingat penting bagi pemerintah untuk segera membenahi sistem pengelolaan sampah di Indonesia.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas kejadian ini. Semoga para korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan, terlebih terjadi di bulan suci Ramadan. Kami juga berharap keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan,” kata Hanif.
Menurut Hanif, peristiwa tersebut harus menjadi momentum untuk memperbaiki tata kelola sampah nasional yang selama ini masih menghadapi berbagai tantangan.
Ia juga menyoroti besarnya volume sampah yang setiap hari masuk ke TPST Bantargebang yang diperkirakan mencapai sekitar 8.000 ton per hari.
Hanif mengatakan pemerintah akan mendorong transformasi sistem pengelolaan sampah secara bertahap agar lebih terkontrol. Salah satu rencana ke depan adalah menjadikan Bantargebang hanya menerima sampah anorganik.
“Nantinya Bantargebang hanya menerima sampah anorganik, sedangkan jenis sampah lainnya wajib dipilah sejak dari awal,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah juga tengah mengembangkan proyek percontohan pengelolaan sampah di kawasan Rorotan. Di lokasi tersebut telah tersedia fasilitas pengolahan sampah modern, namun operasionalnya belum optimal karena sampah yang masuk masih tercampur.
Padahal, kata dia, sejumlah teknologi pengolahan telah disiapkan, termasuk sistem Refuse Derived Fuel (RDF) serta kerja sama dengan industri semen yang mampu mengolah hingga sekitar 5.000 ton sampah per hari.
Hanif menekankan bahwa keberhasilan sistem pengelolaan sampah sangat bergantung pada pemilahan sejak dari sumbernya. “Teknologi secanggih apa pun tidak akan efektif jika sampah masih tercampur,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pemerintah pusat juga mendorong sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan Polri dalam mempercepat penanganan persoalan sampah di berbagai daerah.
Menurut Hanif, persoalan sampah pada dasarnya bukan masalah yang rumit, namun menjadi kompleks karena volume yang sangat besar.
“Permasalahan ini sebenarnya sederhana, tetapi menjadi sangat kompleks karena jumlahnya yang luar biasa banyak. Karena itu kita harus benar-benar serius melakukan pembenahan,” pungkasnya.






