Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Soroti Kekerasan Seksual Anak dan Kepedulian ASN
BEKASI, Komunica.id– Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyoroti dua isu penting, yakni meningkatnya kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur serta rendahnya kepedulian aparatur terhadap kondisi lingkungan sekitar kantor pemerintahan.
Tri Adhianto menegaskan bahwa perlindungan terhadap anak dan remaja menjadi prioritas utama Pemerintah Kota Bekasi. Ia menilai, maraknya kekerasan seksual dipicu oleh lemahnya pengawasan dan edukasi, baik di lingkungan keluarga maupun sekolah.
“Kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur masih marak. Bahkan ada yang pelakunya juga masih di bawah umur. Ini bisa karena kurangnya edukasi dari keluarga maupun sekolah, atau karena pergaulan bebas. Maka dari itu, aturan jam malam harus diperketat,” ujar Tri di hadapan para ASN.
Ia juga menginstruksikan Dinas Pendidikan, Satpol PP, dan Dinas Komunikasi dan Informatika untuk bekerja sama dengan Aparat Penegak Hukum (APH) dalam menindaklanjuti laporan-laporan terkait kasus tersebut.
“Periksa juga izin warung yang mencurigakan. Banyak informasi beredar soal peredaran obat-obatan terlarang. Sampaikan juga kepada masyarakat bahwa Pemkot Bekasi telah bekerja sama dengan Lembaga Bantuan Hukum dan memberikan bantuan hukum secara gratis bagi warga miskin,” ujarnya.
Selain menyoroti isu perlindungan anak, Tri Adhianto juga menekankan pentingnya kepekaan aparatur pemerintah terhadap kondisi lingkungan di sekitar kantor.
Ia menegaskan bahwa penilaian masyarakat terhadap kinerja pemerintah sering kali didasarkan pada hal-hal kecil yang terlihat langsung.
“Jangan apatis terhadap lingkungan sekitar kantor. Jalan rusak, lampu PJU mati, atau warga miskin yang berlalu-lalang tanpa perhatian itu semua jadi cerminan wajah kita di mata masyarakat,” tegasnya.
Tri meminta para camat, lurah, dan kepala SKPD untuk bergerak cepat menangani persoalan di sekitar lingkungan kerja demi menjaga kenyamanan dan kepercayaan publik.
“Masyarakat menilai kita bukan dari program besar yang kita ucapkan atau rapat yang sering dilakukan, tapi dari apa yang mereka lihat dan alami langsung. Saya minta: peka, peduli, dan gerak cepat. Mulai dari lingkungan terdekat. Bersihkan halaman, cek fasilitas umum, bantu warga yang kesusahan,” ucapnya. (ADV)





































































