Megapolitan

Antisipasi Banjir, Pemkot Bekasi Ajukan Rekayasa Cuaca ke BNPB

waktu baca 2 menit
Banjir melanda wilayah Jatiasih, Kota Bekasi beberapa waktu lalu. Foto/IST

BEKASI, Komunica.id – Pemkot Bekasi mengajukan permohonan rekayasa cuaca kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Langkah ini diambil sebagai upaya mengantisipasi terjadinya banjir akibat cuaca ekstrem.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan saat ini Pemkot Bekasi tengah menunggu penetapan Gubernur Jawa Barat. Pasalnya untuk mengajukan permohonan rekayasa cuaca diperlukan penetapan dari Gubernur perihal kondisi cuaca.

“Kita tinggal menunggu surat penetapan dari Gubernur sebagai syarat permohonan rekayasa cuaca. Setelah surat itu ada kita kirim ke BNPB meminta agar dilakukan rekayasa cuaca,” kata Tri, Selasa (8/7/2025).

Hingga hari ini, Selasa (8/7/2025), banjir melanda sejumlah wilayah di Kota Bekasi. Ini terjadi akibat curah hujan tinggi serta kiriman air dari Bogor menuju Kali Bekasi. Ia berharap tidak ada kiriman air lagi dari Bogor menuju Kali Bekasi. 

Sebab Tinggi Muka Air (TMA) di Kali Bekasi sudah tinggi mencapai 250 centimeter. ”Kalau ada kiriman air lagi dari Bogor, Kali Bekasi bisa meluap. Kemungkinan akan terjadi banjir susulan,” paparnya.

Sebelumnya, berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi ada 15 kelurahan di 7 kecamatan terendam banjir. Banjir yang terjadi pada Minggu (6/7/2025) sudah hampir sepenuhnya surut.

Meskipun hingga Senin (7/7/2025) tercatat ada dua lokasi masih tergenang banjir. Yakni Perumahan Bumi Nasio dan Dosen IKIP. Banjir masih menggenangi tiga lokasi di wilayah Bekasi Timur dan Bekasi Utara.

“Kita kerahkan sebanyak 108 personil BPBD Kota Bekasi ke Perumahan Bumi Nasio Indah. Sedangkan di Perumahan Dosen IKIP dua pompa air kita nyalakan agar air cepat surut,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Bekasi, Priadi Santoso. (adv)

Berita Terkini