Bekasi Siapkan Tandon Air Raksasa, Solusi Jangka Panjang Hadapi Banjir

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto. Foto/Humas Pemkot Bekasi

BEKASI, Komunica.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi terus memperkuat upaya penanganan banjir di tengah tingginya curah hujan yang melanda wilayah Bekasi dan sekitarnya. Salah satu langkah strategis yang disiapkan adalah pembangunan tandon air berkapasitas besar guna menampung debit air saat hujan deras.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menjelaskan bahwa penanganan banjir dilakukan melalui sejumlah langkah, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Rekayasa Cuaca Bantu Kurangi Dampak Hujan Ekstrem

Langkah pertama yang dilakukan adalah dukungan rekayasa cuaca dari pemerintah pusat serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Menurut Tri, kebijakan tersebut sangat membantu wilayah Jabodetabek dalam menghadapi potensi hujan ekstrem.

“Kita bersyukur karena Pak Gubernur sudah melakukan rekayasa cuaca. Ini memang membutuhkan pendanaan yang tinggi, tetapi hari ini Jabodetabek terbantu dengan kondisi yang ada,” ujar Tri.

Antisipasi Banjir Rob dan Dukungan Giant Sea Wall

Selain hujan deras, Pemkot Bekasi juga mewaspadai potensi banjir rob akibat pasang air laut. Hal ini karena ketinggian wilayah Bekasi hanya sekitar 12 meter di atas permukaan laut.

Tri menyebut rencana pembangunan Giant Sea Wall oleh pemerintah pusat bersama Pemprov DKI Jakarta diyakini dapat menjadi solusi jangka panjang untuk menahan air laut.

“Dengan adanya Giant Sea Wall, kita punya semacam tandon besar di laut, sehingga air laut masih bisa dipompa saat hujan deras dan tidak menimbulkan banjir besar,” jelasnya.

Normalisasi Saluran Air Terus Dilakukan

Upaya lain yang dilakukan Pemkot Bekasi adalah normalisasi dan perbaikan infrastruktur saluran air. Tim dari Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) terus bekerja meningkatkan kapasitas tampungan saluran.

Saat ini, saluran air di sejumlah titik hanya mampu menahan debit banjir selama dua hingga tiga jam sebelum air meluap.

“Saluran kita harus terus dinormalisasi. Teman-teman BMSDA tidak pernah berhenti bekerja untuk meningkatkan daya tampung saluran air,” kata Tri.

Koordinasi Lintas Wilayah dan Penambahan Tandon Air

Penanganan banjir juga dilakukan melalui koordinasi lintas wilayah, khususnya di kawasan perbatasan antara Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi.

Sejumlah sungai di wilayah tersebut mengalami penyempitan, bahkan terdapat jembatan yang menghambat aliran air.

Pemkot Bekasi saat ini telah memiliki polder seluas 3,8 hektar dengan kedalaman 8 meter yang mampu menampung ribuan meter kubik air. Namun, kapasitas tersebut masih perlu ditingkatkan dengan dukungan lahan tambahan.

Tri menjelaskan, pemerintah kota juga memanfaatkan beberapa lahan milik instansi lain untuk dijadikan tandon air, seperti lahan milik Pengadilan Agama dan Perumnas, meski kapasitasnya belum optimal.

Rencana Pembelian Lahan untuk Tandon Air Raksasa

Untuk solusi jangka panjang, Pemkot Bekasi berencana membeli lahan tambahan guna memperbesar kapasitas tampungan air.

Beberapa lokasi yang direncanakan antara lain Situ Wong seluas hampir 6 hektar serta kawasan Mustika Jaya sekitar 1,8 hektar. Proyek ini diharapkan mampu mengurangi risiko banjir di lima RW di wilayah sekitar.

“Kami konsentrasi menambah jumlah tampungan air agar bisa menahan debit air tinggi. Ini juga mendukung pembangunan berkelanjutan karena air yang ditampung bisa menjadi cadangan saat musim kemarau,” pungkasnya.(ADV)