BNPB Pasang Sensor Pendeteksi Banjir di Kali Bekasi dan Sungai Cileungsi, Ini Fungsinya

Sensor banjir terpasangan di Kali Bekasi. Foto/Ilustrasi/Istimewa

BEKASI, Komunica.id– Upaya memperkuat mitigasi bencana banjir di wilayah Bekasi terus dilakukan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kini memasang Early Warning System (EWS) atau sistem peringatan dini berbasis sensor otomatis di sejumlah titik aliran sungai yang berpotensi memicu banjir di Kota Bekasi.

Perangkat teknologi tersebut dipasang di beberapa lokasi strategis di sepanjang Sungai Cileungsi, Sungai Cikeas, hingga Kali Bekasi, yang selama ini menjadi jalur utama aliran air menuju wilayah Kota Bekasi.

Pemasangan sistem ini bertujuan untuk meningkatkan akurasi dalam mendeteksi potensi banjir sekaligus mempercepat penyampaian peringatan kepada masyarakat.

Sensor dan CCTV Pantau Kondisi Sungai Secara Real-Time

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menjelaskan bahwa perangkat EWS tersebut dilengkapi berbagai komponen teknologi yang mampu memantau kondisi sungai secara langsung atau real-time.

“Perangkat ini memiliki penakar hujan, penghitung debit dan kecepatan air, serta CCTV yang terintegrasi dengan kecerdasan buatan atau AI untuk membaca rambu ukur. Sistem ini juga terhubung langsung dengan sirine peringatan dini,” kata Abdul Muhari, Minggu (8/3/2026).

Dengan teknologi tersebut, kondisi sungai dapat terpantau secara lebih akurat sehingga peringatan dini terhadap potensi banjir dapat disampaikan lebih cepat kepada masyarakat.

Sistem Bekerja Otomatis Tanpa Operator

Abdul Muhari menambahkan bahwa sistem peringatan dini ini dirancang bekerja secara mandiri tanpa memerlukan operator yang berjaga di lapangan.

“Ini tidak lagi memerlukan operator karena sudah dikendalikan secara otomatis. Kami harapkan sistem ini bisa memberikan peringatan dini yang presisi,” ujarnya.

Keberadaan teknologi ini diharapkan mampu memperkuat sistem mitigasi bencana, khususnya dalam menghadapi potensi banjir yang kerap terjadi di wilayah Bekasi.

Pemkot Bekasi Apresiasi Teknologi EWS BNPB

Sementara itu, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyampaikan apresiasinya terhadap langkah BNPB yang dinilai dapat memperkuat sistem mitigasi bencana di Kota Bekasi.

Menurutnya, teknologi EWS terbaru tersebut jauh lebih canggih dibandingkan sistem yang sebelumnya dimiliki pemerintah daerah.

“Dibandingkan dengan sistem yang sebelumnya dimiliki pemerintah daerah, EWS ini mampu membaca debit dan kecepatan air yang akan tiba sehingga kita bisa bertindak dengan lebih presisi, mulai dari setiap titik pemantauan hingga perkiraan waktu kedatangan banjir,” kata Tri.

Tri juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Bekasi telah menetapkan status siaga bencana sejak Oktober 2025 hingga April 2026 sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi banjir.

Selama periode tersebut, berbagai perangkat penanggulangan bencana terus disiagakan, mulai dari pompa air, pintu air, hingga personel penanganan bencana, termasuk untuk mengantisipasi potensi banjir saat libur Lebaran.

“Karena hingga akhir April nanti, Pemerintah Kota Bekasi tetap menyiagakan semua pompa, pintu air, dan pasukan penanggulangan bencana,” ujarnya.

Dengan adanya sistem peringatan dini berbasis sensor otomatis ini, pemerintah berharap masyarakat dapat memperoleh informasi lebih cepat terkait potensi banjir sehingga proses evakuasi maupun penanganan dapat dilakukan lebih awal dan dampak bencana dapat diminimalkan.(ADV)