Ketua dan Sekretaris TP PKK Kota Bekasi Hadiri Puncak HKG PKK Ke-53 di Samarinda

Ketua TP PKK Kota Bekasi Wiwiek Hargono Tri Adhianto. Foto/Istimewa

BEKASI, Komunica.id– Ketua TP PKK Kota Bekasi Wiwiek Hargono Tri Adhianto bersama Sekretaris TP PKK Kota Bekasi Wuri Handayani Harris Bobihoe menghadiri acara Puncak Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Ke-53.

Kegiatan ini digelar di Samarinda Convention Hall, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, pada Selasa, 8 Juli 2025.

Acara puncak HKG PKK ke-53 tersebut turut dihadiri Menteri Koperasi dan UMKM Budi Arie Setiadi, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima A., serta dibuka resmi Ketua Umum TP PKK Pusat Tri Tito Karnavian bersama Ketua TP PKK Kalimantan Timur Hj. Syarifah Suraidah Rudy selaku tuan rumah.

Turut hadir pula Selvi Ananda Gibran Rakabuming Raka sebagai Pelindung Tingkat Nasional Tim Penggerak PKK.

Tahun ini, peringatan HKG PKK mengangkat tema “Bergerak Bersama PKK Mewujudkan Asta Cita Menuju Indonesia Emas” dan diikuti sekitar 2.500 peserta dari 38 provinsi serta kabupaten/kota se-Indonesia.

Dalam Rakernas ini, PKK diharapkan tetap menjadi motor penggerak program-program pemerintah, termasuk mendukung program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis untuk mencetak Generasi Emas Indonesia 2045, serta mendorong kesejahteraan ekonomi masyarakat melalui penguatan koperasi.

Wiwiek Hargono menegaskan peran koperasi PKK di Kota Bekasi yang saat ini telah berjalan dengan baik dan memiliki unit usaha yang produktif.

“Di Kota Bekasi Koperasi PKK telah berjalan serta memiliki usaha dengan memiliki Kantin PKK Kota Bekasi yang di tahun ini sudah mendapatkan omset hingga 100 juta rupiah baik terdiri dari cash serta asetnya,” ujar Wiwiek Hargono.

Ia juga menambahkan, momentum peringatan ini menjadi sarana untuk saling belajar dan memperluas kerja sama antar daerah.

“Dengan adanya pertemuan yang dilaksanakan hari ini kita bisa saling belajar dari pengalaman berbagai daerah serta berkolaborasi sebagaimana tugas PKK untuk membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan lingkungan,” pungkas Wiwiek. (ADV)

Berita Terkini