Dukung Penerangan Ramah Energi, Telkom University Jakarta Hadirkan SolarisLight di Desa Wisata Ciasmara
KOMUNICA.ID | BOGOR – Tim dosen Telkom University Jakarta yang merupakan gabungan dari dua fakultas, yakni Fakultas Informatika dan Fakultas Teknik Elektro, bersama para mahasiswa mengembangkan inovasi sistem penerangan berbasis Internet of Things (IoT) dan Solar Cell System bernama SolarisLight.
Inovasi ini ditujukan untuk mendukung peningkatan penerangan berkelanjutan di Desa Wisata Ciasmara, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Senin (15/12/2025).
Tim dari Fakultas Informatika terdiri atas Syifa Nurgaida Yutia, M.T. selaku ketua tim, Alva Nurvina, M.Hum, dan Annisa Desianty, M.Kom, sedangkan dari Fakultas Teknik Elektro diwakili oleh Aisyah Novfitri, M.T.
Program ini memperoleh dukungan pendanaan melalui Hibah DPPM KEMDIKTISAINTEK dalam Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan upaya mendorong pemanfaatan energi terbarukan serta mendukung prinsip energi bersih dan terjangkau (SDGs 7) serta infrastruktur dan inovasi (SDGs 9).
Solusi atas Permasalahan Penerangan Desa Wisata
Desa Ciasmara memiliki potensi wisata alam yang besar, namun masih menghadapi kendala infrastruktur, khususnya minimnya penerangan di jalur pejalan kaki dan jalan desa. Kondisi tersebut berdampak pada menurunnya kenyamanan wisatawan serta meningkatkan risiko keselamatan bagi masyarakat.
Di sisi lain, akses listrik di beberapa titik desa masih terbatas sehingga penggunaan penerangan konvensional belum optimal. Menjawab tantangan tersebut, tim Telkom University Jakarta menginisiasi penerapan SolarisLight, sebuah sistem lampu yang:
- menggunakan panel surya sebagai sumber energi utama,
- dilengkapi sensor dan modul Internet of Things (IoT) untuk pemantauan jarak jauh,
- mampu menyala secara otomatis saat malam hari, serta
- mengurangi ketergantungan pada jaringan listrik desa.
Proses Kegiatan: Dari Observasi hingga Pemberdayaan Masyarakat
Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui sejumlah tahapan, mulai dari observasi lapangan, perancangan sistem, persiapan peralatan, sosialisasi, instalasi, hingga pelatihan kepada warga.
Tim melakukan pemetaan terhadap lima titik prioritas penerangan, merancang spesifikasi perangkat, serta mengintegrasikan modul Internet of Things (IoT) guna memudahkan pengawasan kondisi lampu oleh masyarakat.

Selain pemasangan sistem, tim juga memberikan pelatihan operasional dan troubleshooting dasar untuk memastikan masyarakat dapat merawat dan mengoperasikan SolarisLight secara mandiri. Proses pendampingan ini menjadi bagian penting dalam keberlanjutan inovasi di desa wisata.

Manfaat Langsung bagi Masyarakat dan Pengelola Wisata
Dengan terpasangnya SolarisLight, jalur pejalan kaki di area wisata kini menjadi lebih terang dan aman. Wisatawan dapat beraktivitas dengan lebih nyaman saat malam hari, sementara pengelola desa dapat menghemat biaya operasional karena penerangan menggunakan energi matahari.




Keberadaan sistem IoT juga memudahkan monitoring, sehingga perangkat dapat diperiksa secara berkala tanpa perlu pengecekan langsung ke setiap titik lampu. Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas infrastruktur di Desa Ciasmara, tetapi juga menjadi model penerapan energi terbarukan di desa-desa lain, terutama daerah yang memiliki tantangan akses listrik. (**)


































































