Dukung Transformasi Digital Pendidikan, Telkom University Kampus Jakarta Gelar Pelatihan AI untuk Guru TK

waktu baca 4 menit
Foto bersama peserta kegiatan sosialisasi pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk pembelajaran di sekolah. (Foto: Ist)

KOMUNICA.ID | TANGERANG – Komitmen nyata perguruan tinggi dalam memajukan pendidikan dasar diwujudkan oleh tim dosen Program Studi S1 Teknik Telekomunikasi dan S1 Teknologi Informasi, Telkom University Kampus Jakarta.

Mereka menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Pemanfaatan Teknologi AI untuk Pembelajaran di Sekolah” dengan fokus pada upaya peningkatan kompetensi digital para guru Taman Kanak-Kanak.

Kegiatan ini dilaksanakan secara tatap muka (offline) pada Jumat, 26 November 2025, bertempat di Jl. Kompleks Purnabakti Sitanala RT 02/RW 03 Kota Tangerang. Kamis (26/11/2025).

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai respons terhadap pesatnya perkembangan teknologi yang telah membawa perubahan signifikan pada lanskap pendidikan global.

Dalam sesi presentasi pembuka, tim menjelaskan bahwa Artificial Intelligence (AI) atau Kecerdasan Buatan, yang menurut John McCarthy didefinisikan sebagai “ilmu dan teknik dalam menciptakan mesin cerdas”, kini berpotensi dimanfaatkan sebagai asisten cerdas bagi para pendidik dalam proses pembelajaran.

Salah satu narasumber dari tim dosen menegaskan bahwa AI bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan sebagai alat bantu guna meningkatkan efisiensi dan kreativitas dalam penyusunan materi ajar.

“Tujuan AI bukan menggantikan peran sentral Bapak/Ibu Guru, melainkan menjadikan AI sebagai tools atau alat bantu yang ampuh untuk meningkatkan efisiensi dan kreativitas dalam menyiapkan materi ajar yang menarik bagi anak-anak,” ujar salah satu narasumber dari tim dosen.

Membuka Akses: Dari Konsep ke Aplikasi Nyata di Kelas TK

Pelatihan dirancang praktis dan langsung dapat diterapkan. Para guru diperkenalkan pada berbagai platform AI yang dapat diakses gratis dan relevan untuk konteks PAUD/TK. Beberapa alat yang dikenalkan antara lain:

  • Teachy.ai: Platform khusus guru untuk membuat rencana pelajaran, presentasi slide, hingga permainan edukasi interaktif seperti “Teka-Teki Silang” dan “Bingo Edukatif” dengan bantuan AI.
  • Aplikasi Kreatif (Canva, ChatGPT, Gemini, Copilot): Untuk mendesain materi visual menarik, menyusun cerita, atau menghasilkan ide aktivitas.
  • Platform Edukasi (Khan Academy Kids, Duolingo ABC): Sebagai sumber konten pembelajaran mandiri yang interaktif untuk siswa.

Tim dosen secara langsung mendemonstrasikan pembuatan materi. Misalnya, menggunakan Teachy.ai untuk membuat slide presentasi tentang “Siklus Hidup Tanaman” hanya dalam hitungan menit, atau merancang permainan “Mana yang Berbeda?” untuk melatih ketelitian anak.

Pendampingan Langsung dan Praktik Mandiri

Setelah sesi demonstrasi, para guru didampingi untuk mencoba langsung membuat akun dan menjelajahi fitur-fitur utama Teachy.ai. Mereka diajak untuk memilih jenjang “Taman Kanak-Kanak”, menentukan topik, dan melihat bagaimana AI secara instan menghasilkan draf materi yang dapat disesuaikan.

“Pada awalnya tampak sulit, namun setelah mendapat panduan ternyata prosesnya cukup sederhana. Saya bahkan dapat langsung mencoba membuat permainan memori sederhana dengan tema buah-buahan. Hal ini tentu sangat membantu dan menghemat waktu dalam persiapan mengajar,” ungkap salah satu peserta guru, Siti Nur Romdonah, dengan penuh antusias.

Pernyataan tersebut sejalan dengan tujuan pemanfaatan aplikasi AI yang dirancang untuk memudahkan guru dalam menyiapkan materi pembelajaran secara cepat, menarik, dan interaktif.

Tidak hanya materi kreatif, pelatihan juga menyentuh aspek administrasi kelas dengan memperkenalkan fitur manajemen kelas pada platform AI, yang dapat membantu guru memantau aktivitas dan kemajuan belajar.

Mendorong Literasi Digital yang Kritis dan Bertanggung Jawab

Di tengah semangat mengenal teknologi baru, tim PKM juga menekankan pentingnya pendampingan aktif guru. “AI adalah alat yang hebat, tetapi filter utama tetaplah guru. Peran Bapak/Ibu dalam menyeleksi, menyesuaikan dengan nilai moral, dan memastikan konten yang dihasilkan tepat untuk usia anak adalah kunci yang tidak tergantikan,” Alva Nurvina Sularso, S.Sos., M.Hum selaku ketua pelaksana.

Untuk memastikan keberlanjutan, tim menyiapkan modul digital dan membuka saluran komunikasi untuk konsultasi lanjutan. Hal ini memungkinkan para guru di RA Al Munawah untuk terus berkolaborasi dan mengembangkan kompetensi digital mereka pasca-kegiatan.

Respons Positif dan Harapan ke Depan

Kepala RA Al Munawah menyambut baik inisiatif ini dan berharap kolaborasi dapat terus berlanjut.

“Pelatihan ini membuka mata kami bahwa teknologi yang terdengar canggih bisa dimanfaatkan untuk hal yang positif dan sangat praktis dalam keseharian mengajar. Kami berterima kasih kepada Telkom University Kampus Jakarta dan berharap program ini menjadi program yang berkesinambungan” ujarnya.

Pengabdian Masyarakat ini menjadi bukti komitmen Telkom University Kampus Jakarta dalam menjembatani kesenjangan teknologi di dunia pendidikan dasar. Dengan memberdayakan guru sebagai garda terdepan, transformasi digital diharapkan dapat menyentuh proses pembelajaran secara lebih dalam dan bermakna bagi generasi muda Indonesia.

Kegiatan ini mengusung tema Pemanfaatan Teknologi AI untuk Pembelajaran di Sekolah dan dilaksanakan secara luring pada 26 November 2025 di Jl. Kompleks Purnabakti Sitanala RT 02/RW 03, Kota Tangerang.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Tim Dosen Program Studi S1 Teknik Telekomunikasi dan S1 Teknologi Informasi Telkom University Kampus Jakarta, dengan melibatkan guru serta pengelola RA Al Munawah sebagai peserta.

Berita Terkini